Mbak Ita : Jangan berani berhenti di depan Shelter BRT

SEMARANG (asatu.id) – Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyatakan akan menindak tegas angkutan kota (Angkot) yang ‘ngetem’ di tempat pemberhentian Bus Rapid Transit Trans Semarang, atau di depan shelter BRT.

Menurutnya, yang dilakukan para awak angkot tersebut melanggar peraturan karena shelter diperuntukkan khusus BRT. Dari laporan, banyak angkot ngetem utamanya di shelter rute koridor 5 dan 6.

Dia menuturkan, hal tersebut terkesan adanya persaingan antara angkot dan BRT. Namun dirinya mengimbau, walaupun bersaing memperoleh penumpang tetapi dengan cara yang sehat.

Tidak hanya angkot saja, lanjut Ita, bahkan terkadang ada juga kendaraan pribadi yang berhenti di sekitar area pemberhentian BRT tersebut.

“Terutama di shelter yang ada di koridor 6 tepatnya di shelter Undip Tembalang,” ujarnya, Kamis (6/4).

Pihaknya mendesak agar Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang segera memasang rambu-rambu peringatan dilarang berhenti di area pemberhentian BRT untuk selain BRT.

Ia menegaskan, apabila ada yang melanggar setelah dipasang rambu peringatan, pihaknya mengingkan tindakan yang tegas.

“Kalau ada yang tetep nekat ya digembosi saja,” tegasnya.

Sementara itu Kasi Penertiban Parkir Dinas Perhubungan Kota Semarang Danang Kurniawan mengatakan, pihaknya siap memasang rambu dan menggembosi kendaraan yang parkir di depan shelter BRT.

“Nanti kita juga akan berkoordinasi dengan Satlantas Polrestabes Semarang,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *