GP Ansor : HTI Batalkan Masirah Panji Rasulullah !!!

SEMARANG (asatu.id) – Agenda Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang akan melaksanakan Masirah Panji Rasulullah pada Minggu (9/4) mendatang membuat Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kota Semarang, Rahul Syaiful Bahri angkat bicara.

Dirinya menandaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat pemerintah terkait rencana HTI tersebut yang dirasa meresahkan masyarakat.

“Apabila HTI tetap memaksa melaksanakan agenda Masirah Panji Rasulullah, kami dari GP Ansor & Banser serta Warga Nahdliyin NU Kota Semarang tidak bertanggung jawab jika terjadi gerakan massa yang tidak dapat kami bendung,” bebernya, senin (3/4).

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PCNU Kota Semarang K.H. Anasom juga turut menyarankan kepada aparat dan Pemerintah Kota Semarang untuk membatalkan acara HTI tersebut guna menghindari benturan-benturan massa yang tidak diinginkan, sekaligus untuk menjaga kondusifitas Kota Semarang.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga nahdliyin dan jajaran pengurus NU Sekota Semarang untuk bersikap dewasa dalam menyikapi acara tersebut,” pungkas kiai yang mengajar di UIN Walisongo Semarang itu.

Diketahui HTI berwacana mendirikan sistem pemerintahan Khilafah di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut lantas ditolak secara tegas oleh pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kota Semarang, dr. H.M. Solkhan dalam Rapat Koordinasi Banser se-Kota Semarang di Markas Komando Banser.

Menurutnya, terdapat beberapa contoh tindakan HTI yang menyimpang dari ideologi bangsa ini, seperti halnya HTI mengharamkan adanya hormat kepada sang merah putih saat upacara-upacara kenegaraan, HTI mengharamkan Pancasila dan UUD 45 sebagai ideologi bangsa, dan tidak mengakui adanya pemerintahan Negara Indonesia.

“Karena mereka menghendaki seluruh dunia dipimpin oleh seorang khalifah, serta memaksakan syariat islam sebagai ideologi bangsa. Dan jika mereka menghendaki seperti itu, monggo silahkan mereka hengkang dari bumi nusantara ini. NKRI harga mati,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *