GP Ansor & Banser Semarang Tolak Khilafah

SEMARANG (asatu.id) – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kota Semarang dengan tegas menolak wacana didirikannya Khilafah di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang diusung oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Hal tersebut disampaikan dr. H.M. Solkhan dalam Rapat Koordinasi Banser Se-Kota Semarang di Markas Komando Banser.

“Gagasan tentang Khilafah tidak boleh ada di NKRI sekarang dan juga selamanya, baik secara organisasi, ajaran, pola pikir, ataupun tindakan yang mengatasnamakan Islam maupun mengatasnamakan sebagai warga negara,” terang dokter yang didaulat memimpin PC GP Ansor Kota Semarang itu, kemarin.

Ajaran khilafah, menurutnya merupakan ajaran yang menyesatkan umat dan merupakan sumber pemecah belah bangsa dan negara. Para pengusung ajaran khilafah tidak mengakui adanya NKRI dan Pancasila sebagai ideologi dan azas tunggal kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal serupa dijelaskan oleh Suharmanto, Kepala Satuan Koordinasi Cabang Banser Kota Semarang. Dia menjelaskan bahwa konsep khilafah yang diusung oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sangat bertentangan dengan ideologi bangsa kita.

“Dengan membiarkannya tentu akan sangat mengganggu kerukunan dan kenyamanan bangsa Indonesia yang beragam ini. Demi keutuhan dan tegaknya NKRI, maka HTI harus dibubarkan dan dicukur habis hingga akar-akarnya,” pungkas Suharmanto.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *