Sate Serepeh, Sate Legendaris Hampir Punah

(Imboh Prasetyo/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Sate Serepeh merupakan makanan tradisional khas Rembang yang hampir sulit ditemukan atau bisa dibilang hampir punah. Hal tersebut dibenarkan Christina Budi Cakrawinata, salah satu pembuat atau pelestari Sate Serepeh.

“Hanya ada empat orang (pembuat sate) yang ada di Rembang, hal tersebut dikarenakan proses pembuatannya yang membutuhkan kesabaran, keuletan serta bumbu turun temurun. Untuk masak bumbunya aja butuh waktu 3 jam dan harus terus diaduk,” paparnya.

Dia menambahkan, Sate Serepeh miliknya sudah berdiri sejak 1985 hingga sekarang. Bahkan dia merupakan generasi ketiga dari usaha Sate Serepeh itu. Lebih jelas, dia melanjutkan, bahwa Sate Serepeh berbeda dengan sate pada umumnya.

“Kami pilih ayam kampung pejantan sebagai bahan utamanya, karena lebih empuk dan enak. Yang bikin beda itu pada saus atau bumbu yang digunakan. Kalau biasanya pake bumbu kacang, Sate Serepeh pake bumbu santan kental yang dipadukan dengan cabai serta bumbu rempah-rempah turun temurun,” bebernya kepada asatu.id, Selasa (28/3).

Dirinya menjelaskan, untuk menikmati Sate Serepeh lebih cocok jika dikombinasikan dengan nasi tahu yang dibungkus daun jati. Hal tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan cita rasa yang kuat saat mencicipinya.

Pada kesempatan kali itu, asatu.id mencicipi langsung kenikmatan Sate Serepeh yang legendaris. Untuk pertama kalinya mencoba rasa santan kentalnya nendang dilindah, namun lama kelamaan rasa sate ayamnya mulai terasa. Tekstur ayamnya sangat empuk, membuat keseluruhan rasanya menjadi ciamik dan perlu dicoba.

Bagi anda yang penasaran dengan Sate Serepeh, datang saja ke Brotherfood Festival 2017 di Pasaraya Sri Ratu, Jalan Pemuda Semarang, mulai Senin (27/3) hingga Minggu (2/4) atau pesan melalui 081802411118. Pasalnya Sate Serepeh tidak dijual secara bebas, hanya melalui pemesanan saja.

“Nggak ada yang jualan di warung atau cafe, kita hanya menerima melalui pesanan, nanti baru kita kirim. Kita sudah mengirim ke Jakarta, Surabaya, Semarang dan lainnya,” pungkas Christin.

Untuk harga satu porsi Sate Serepeh yang berisi 10 tusuk, anda cukup merogoh kocek Rp. 25 ribu. Cukup terjangkau bukan?

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *