Undip Resmi Punya 107 Profesor 

SEMARANG (asatu.id) – Pengukuhan Guru Besar Yety Rochwulaningsih dan Agus Maladi Irianto di Gedung Prof Soedharto Universitas Diponegoro (Undip), Tembalang, Semarang, menjadikan salah satu universitas negeri di Jawa Tengah itu kini memiliki 107 guru besar, Sabtu (24/3).

Yety Rochwulaningsih mendapat gelar Profesor atau Guru Besar dalam bidang Ilmu Sosiologi dan Sejarah Maritim sedangkan Agus Maladi Irianto mendapatkan gelara Guru Besar dalam bidang Ilmu Antropologi.

Prof Sunarso selaku Ketua Senat Undip menuturkan, dengan bertambahnya dua guru besar, Undip kini memiliki 107 guru besar yang tercatat masih aktif mengajar serta merata di semua fakultas yang ada Undip.

“107 guru besar terbagi atas 20 di Fakultas Peternakan dan Pertanian, 17 di Fakultas Kedokteran, 16 di Fakultas Teknik, 15 di Fakultas Hukum, 14 di  Fakultas Perikanan dan Kelautan,10 di Fakultas Ekonomika dan Bisnis, 9 di Fakultas Ilmu Budaya, 3 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 3 di Fakultas Sains dan Matematika, dan 1 di Fakultas Kesehatan Masyarakat,” bebernya, Sabtu (25/3).

Semua guru besar tersebut, lanjut dia, masih aktif mengajar.

“Jika ditambah dengan yang tidak aktif mengajar jelas jumlahnya lebih banyak termasuk Muhammad Nasir selaku Menristekdikti,” tutupnya.

Dalam upacara pengukuhan guru besar itu, Yety Rochwulaningsih menyampaikan pidato dengan tema Membongkar Ketidakadilan Struktural dalam Usaha Garam Rakyat melalui Persepektif Sosiologi Sejarah Guna Mewujudkan Kesejahteraan Petambak Garam dan Swasembada Garam Nasional sedangkan Agus Maladi Irianto membawakan tema, Tantangan Ilmu Antropologi Membaca Dunia Kontemporer.

Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama mengaku senang dan bangga akan prestasi yang diraih kedua dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) tersebut. 

Menurutnya, dengan bertambahnya guru besar yang dikukuhkan, bertambah pula kualitas serta kwantitas pendidikan di Undip terutama di bidang keilmuan FIB. 

Dia juga berharap, semoga kedua guru besar tersebut tidak hanya bermanfaat bagi institusi, tetapi juga bagi keluarga dan lingkungan sekitar. 

“Profesor merupakan status tertinggi dalam ilmu pendidikan. Dengan bertambahnya guru besar, semoga dapat meningkatkan kualitas pendidikan di berbagai bidang keilmuan. Kedepan, kami berusaha untuk menambah guru besar di Undip,” pungkasnya.

Upacar pengukukuhan tersebut berjalan khidmat serta dihadiri ratusan tamu undangan dari berbagai kalangan seperti halnya Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryati, Bupati  Kudus Musthofa, serta banyak lainnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *