Djoko Sarankan Transportasi Online Gandeng Angkot Konvensional

SEMARANG (asatu.id) – Pakar Transportasi dari Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno mengatakan, ada baiknya operator online bisa bekerja sama dengan pengusaha angkot di daerah, tujuannya agar angkot daerah juga bisa merasakan system online.

Menurutnya, online hanyalah sebuah sistem. Sehingga operator online dinilainya tidak boleh seenaknya yang mana berasumsi untuk memenuhi kebutuhan transportasi murah untuk masyarakat.

“Murah bkn berarti harus mengabaikan keselamatan,” imbuhnya, Minggu (26/3).

Ia menjabarkan bahwa angkutan umum merupakan salah satu moda transportasi yang digunakan masyarakat secara bersama-sama dengan membayar tarif.

“Angkutan umum merupakan lawan kata kendaraan pribadi,” katanya.

Mengacu pada UU 22/2009, sepeda motor, lanjutnya, tidak termasuk kategori transportasi umum. Tapi sepeda motor tidak dilarang membawa penumpang.

“Bedanya, boleh membawa penumpang tapi tidak dikenakan tarif. Karena tarif sudah masuk ranah bisnis. Ada hitungan tarif batas atas dan bawah aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan. Jika dilegalkan dimungkinkan bisa subsidi jika diperlukan sebagai angkutan umum perkotaan,” terangnya.

Djoko mengungkapkan agar Pemerintah Daerah tetap berkonsentrasi untuk membenahi transportasi umum di daerahnya yang kian terpuruk. Pihaknya memprediksi kisruh antara angkutan konvensional dan ojek berbasis online diperkirakan masih akan masih berlanjut meski telah diterbitkan revisi Permenhub 32/2016.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *