Soal Upal, Warga Harus Tetap Waspada dan Lakukan 3D

Kepala Perwakilan BI Jateng Hamid Ponco Wibowo (Imboh Prasetyo/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Pasca pemusnahan uang palsu (Upal) yang dilakukan pihak Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah (Jateng) bersama Kepolisian Daerah (Polda) Jateng beberapa waktu lalu, membuat Kepala Perwakilan BI Jateng angkat bicara.

Hamid Ponco Wibowo, Kepala Perwakilan BI Jateng yang baru dilantik Februari lalu itu menyampaikan, bahwa terhitung hanya 2 bulan saja sudah ditemukan 3982 lembar Upal beredar di wilayah Jateng.

“Jumlah tersebut merupakan rata-rata, namun dengan temuan tersebut tidak dapat dipandang remeh, kita harus tetap melakukan langkah  dilihat, diraba, dan diterawang yang dikenal dengan istilah 3D saat menerima uang,” bebernya pada asatu.id saat rilis pers di S2 restoran, Selasa (21/3).

Upal selalu ada lanjutannya, pihaknya tak bisa mengelak. Pihaknya hanya dapat meminimalisir Upal yang beredar di wilayah Jateng.

“Kami selalu memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak ambil mentahnya saja, namun tetap menerapkan 3D. Kami juga menggandeng pihak Kepolisian guna melakukan langkah-langkah menekan peredaran Upal di berbagai wilayah di Jateng,” katanya

Pihaknya menambahkan, semakin masyarakat paham serta lebih jeli saat mengenali Upal maka masyarakat telah membantu BI dalam meminimalisir peredaran Upal di wilayah Jawa Tengah.

“Masyarakat harus jauh lebih hati-hati, usahakan jangan menerima secara mentah harus selalu mengunakan prinsip 3D saat menerima uang. Jika terdapat masyarakat yang mengetahui, menjumpai, serta menemukan Upal, dapat melaporkan ke pihak polisi terdekat atau langsung kepada kami (Perwakilan BI Jateng),” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *