Roboline Follower Analog, Sikecil Yang Tak Murah

(Imboh Prasetyo/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Roboline Follower Analog, sebuah robot dengan sensor LED dibagian bawah guna mendeteksi jalur berbentuk garis-garis.

Muhammad Yuka, salah satu kontestan Polines Roboline Contest 2017 yang berlangsung di Wisma Perdamaian, Semarang, akhir pekan lalu menyampaikan, robot yang memiliki ukuran terbilang kecil itu memakan biaya pembuatan yang tak murah.

“Biaya keseluruhan kira-kira Rp 1,2 juta. Bagian motor atau penggerak yang paling mahal satu motor sekira harga Rp 300 ribu ditambah baterai Rp 200 ribu, belum sensor dan lainnya,” terangnya.

Uniknya, robot berbentuk seperti mobil itu hanya memiliki ban dibagian belakang saja.

(Imboh Prasetyo/asatu.id)

“Ban dibelakang karena didepan ada sistem sensor, sistem sensor baru bisa fungsi jika nempel di linenya,” katanya.

Siswa SMP Muhammadiyah 3 Depok, Yogyakarta itu tak sendiri bersama dua rekannya yaitu Sultan Daniswara serta Ifan Nandana mereka tergabung dalam klub Platinum. Meskipun gagal menjadi yang terbaik lantas mereka tak bersedih hati.

“Senang, seru, bangga bisa bikin robot rakitan sendiri yang tentunya dibimbing Pak Guru. Ya walaupun belum berhasil di kontes ini, kami akan terus belajar dan berinovasi mengembangkan Roboline Follower Analog. Biar kami bisa menjadi yang terbaik,” katanya.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *