Dinkop UMKM : Punya Izin Usaha, Usaha Makin Jaya

(Imboh Prasetyo/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Banyaknya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Semarang yang belum memiliki izin usaha, menjadikan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang sulit untuk menjangkau mereka.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, Litani Satyawati menuturkan, terdapat ratusan ribu UMKM yang belum terdaftar secara resmi di pihaknya.

“Masih banyak saudara kita yang belum terdaftar, kami terus mengupayakan agar mereka dapat bergabung bersama kami. Program Izin Usaha Mikro Melalui Online (IJUS MELON) merupakan salah satu bentuk keseriusan kami,” bebernya belum lama ini dalam acara Gemerlap Expo 2017 di Atrium Java Mall Semarang.

Meskipun gaung Ijus Melon belum santer terdengar namun sejak diresmikan pada 2016 lalu, sekitar 7000 UMKM sudah mempunyai izin usaha serta sudah terbantu dengan adanya Ijus Melon.

Melalui Ijus Melon lanjutnya, para pelaku UMKM akan mendapatkan banyak faedah seperti halnya fasilitas pelatihan, fasilitas mengikuti pameran, serta fasilitas pengajuan Kredit Wirausaha Bangkit Jadi Jawara yang lebih dikenal dengan Kredit Wibawa.

Meskipun baru diluncurkan Januari 2017 bulan lalu, Kredit Wibawa cukup membantu mendorong pelaku UMKM untuk mengajukan izin usaha.

“Kredit Wibawa dengan bunga hanya 3% pertahun menjadi salah satu daya pikat bagi UMKM untuk mengajukan izin usaha, saat ini kami sedang memverifikasi ratusan UMKM yang mengajukan kredit,” katanya.

Masih menyampaikan, pihaknya akan lebih selektif dalam penerimaan Kredit Wibawa.

“Proses pengajuan Kredit Wibawa memang gampang tapi ojo digampangke (disepelekan). Kami diberikan amanah dana sebesar Rp. 4 milyar dari anggaran, dana akan kami alokasikan untuk menaikkan kelas serta penghasilan para UMKM yang terdaftar serta selebihny untuk pembinaan koperasi,” bebernya.

Menurutnya, selama ini para pelaku UMKM belum mengetahui aset serta omset yang didapatkan.

“Kami akan menggenjot mereka (UMKM) guna naik kelas, menjadikan mereka lebih bermutu, manajemen serta pembukuannya jelas. Kami akan berikan pelatihan berupa manajemen resiko serta menajemen  pemasaran,” tegasnya.

Pihaknya menambahkan, sepanjang jalan (PKL) merupakan pelaku UMKM yang kebanyakan belum terdaftar.

“Kami menghimbau agar para pelaku UMKM mendaftarkan usahnya, pendaftaran gratis, faedah yang akan didapatkan luar biasa.  Kami tidak akan menjangkau UMKM yg belum terdaftar. Binaan kami produknya sudah ada yang go internasional serta saat ini ada yang proses yang menuju go internasional,” pungkasnya.

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *