DAV.Galeri Tawarkan Handicraft Unik

(Imboh Prasetyo/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Ide terkadang tercetus disaat waktu senggang yang banyak terbuang. Begitulah Dian dan Arum, mahasiswa tingkat akhir di salah satu Universitas Negeri di Semarang.

Lantaran memiliki banyak waktu luang dan tinggal mengerjakan tugas akhir, keduanya terpikir dan memiliki ide membuat DAV.Galeri. Hitung-hitung dari kegiatan yang satu ini bagi keduanya dijadikan ajang buat mengasah hobi terpendam.

Nama DAV.Galeri lanjutnya, sebenarnya dari singkatan Desain Art Visual yang sekaligus huruf D dan A mewakili dari nama pemiliknya yaitu Dian dan Arum. Pihaknya sendiri mulai membuka pemesanan pada pertengahan Desember tahun lalu.

“Dimulai dengan persiapan seadanya dan sedikit nekat, akan tetapi dengan berjalannya waktu kami terus belajar mengembangkan strategi pemasaran dan perbaikan kualitas produksi, alhamdulillah sekarang pemasukan perbulan udah lumayan,” beber Arum Amartivi owner DAV.Galeri.

Produk yang dikeluarkannya ada beberapa macam seperti scrapframe, foto mozaik, foto siluet dan ada produk baru di bulan Maret yaitu scrapbook. “Pemilihan beberapa produk ini bermula dari hobi untuk membuat craft handmade. Scrapframe menjadi produk ungulan kami,” katanya.

Menurutnya, masih belum terlalu banyak yang menjual produk tersebut khususnya di Kota Semarang sendiri, serta kalangan mahasiswa yang sedang marak untuk memberikan bingkisan kepada sahabat, orang terkasih dan yang lainnya sebuah bingkisan sebagai kado wisuda, ulang tahun, hari jadi, serta lainnya.

“Kemudian kami melihatnya sebagai sebuah peluang,” tambahnya.

Pihaknya, menawarkan produknya dengan harga yang bisa dibilang jauh lebih rendah dibandingkan dengan harga pasaran, karena target utamanya adalah mahasiswa.

“Bahan-bahan yang kami gunakan pada dasarnya kertas. Dari kertas ivory, foto, linen, hammer, duplex, bahkan karton digunakan sesuai kebutuhan untuk produksi, tambahannya adalah double tape, lem, tali, pita dan ornamen lain,” jabarnya.

Langkah pembuatannya tentu saja dimulai dari penentuan order terlebih dahulu, kemudian masuk tahap negosiasi dengan customer untuk menentukan tema desainnya seperti apa, selanjutnya adalah masuk tahapan desain dan dicetak.

“Kami melakukan proses pencetakannya menggunakan printing karena pertimbangan agar bisa memberikan kualitas terbaik. Tahapan akhir adalah proses finishing saja, untuk scrapframe yaitu proses yang kami sebuat dengan istilah “scraping” dimana pada proses ini adalah penyusunan berbagai elemen yang sudah dipotong untuk disusun menjadi model pop up sampai akhirnya dimasukkan pada frame khusus yaitu frame 3D,” imbuhnya.

Lebih lanjut, untuk foto mozaik maupun siluet langsung saja dimasukkan pada frame biasa yang sudah tersedia. Untuk framenya sendiri pihaknya langsung memesan dari pengrajinnya langsung.

“Kami membuka harga mulai dari Rp 65 ribu untuk scrapframe dan ada penawaran menarik untuk scrapframe khusus dengan tema graduation dengan harga Rp 35 ribu,” tuturnya.

Pihaknya mencontohkan, banyak para customer melakukan pengorderan untuk dijadikan kado, setelah menerima produknya rata-rata mereka tidak ingin membuka packagingnya, langsung diberikan sebagai kado.

“Kebanyakan alasan mereka adalah ‘sayang mau dibuka, sudah rapi ini packagingnya enak tinggal dikasih aja’ dan yang menjadi ciri dari kami adalah quote yang berada pada packagingnya. Quotenya langsung dari kami (owner) loh,” pungkasnya.

Pihaknya, mengharapkan untuk kedepannya produk miliknya semakin dikenal sehingga bisa memperluas pemasaran dan target penjualannya. Bisa membuka outlet sendiri dan membuka lapangan pekerjaan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *