Sekolah Dasar Negeri 04 Ngaliyan Berharap Batuan

SEMARANG (asatu.id) – Beberapa waktu lalu terjadi longsor yang mengakibatkan satu-satunya jalan menuju salah satu sekolah dasar negeri di Semarang menjadi lumpuh, pasalnya jalan selebar kurang lebih 4 meter ditutupi longsoran tanah.

Sekolah Dasar Negeri 04 Ngaliyan itu lah nama sekolah tersebut, terletak di pinggiran kota dengan kondisi memprihatinkan. Sekolah yang beralamat di Jalan Raya Pucung, Kecamatan Ngaliyan, Semarang ini terletak di atas tanah bergerak yang mengakibatkan sering terjadinya longsong.

Tak hanya itu ketika hujan datang, jalanan menjadi sangat licin. Sepeda motor harus diparkir sejauh kurang lebih 150 meter dari sekolah. Bahkan untuk jalan kaki pun terbilang susah.

“Sebelumnya, memang ada akses lain yang menghubungkan sekolah hingga ke Pasar Ngaliyan. Namun jalur tersebut sudah digunakan sebagai kawasan industri. Alhasil sekolah kami hanya memiliki satu akses jalan,” Ujar Kepala Sekolah SD N 04 Ngaliyan, Tugiyan, saat di hubungi asatu.id, Kamis (9/3) sore.

Tak hanya itu, gedung sekolah pun berulang kali mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah. “Lantai aja bisa nyampe menggunung hingga merenggang mas. Ruang belajar kelas I juga mengalami kerusakan parah pada bagian pelafon akibat pergerakan tanah,” lanjutnya.

Beberapa waktu lalu sempat terjadi pelafon terjatuh saat proses belajar, namun guru yang saat itu mengajar dengan sigap memperingatkan anak didiknya untuk keluar sehingga tidak ada korban yang terluka.

“Sebenarnya gedung kelas 1 itu bangunan baru, sekitar 2 tahun lalu gedung tersebut baru di renovasi,” terangnya.

Dia menambahkan, jika sekolah tersebut direnovasi akan memakan biaya yang tidak sedikit. “Melihat kondisinya seperti ini jika direnovasi pun beberapa tahun kemudian sudah rusak lagi, jadinya kan malah mubadzir,” imbuhnya.

Selain itu juga terdapat 2 ruang kelas yang tak layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Ruang tersebut yakni ruang kelas III dan VI.  “Sementara ini tidak memenuhi syarat yang kelas III kan hanya beberapa meter lebarnya, itu bahkan tidak ada fentilasinya, fentilasinya cuman sedikit dilubangi sendiri,” katanya.

Saat ini pihak sekolah sedang berupaya untuk mengajukan permohonan relokasi tempat sekolah. Karena menurut Tugiyan, jika terus belajar dalam kondisi seperti itu selain membahayakan bagi muridnya juga akan berimbas pada prestasi anak didiknya.

“Kan prosedurnya juga panjang, saya harus berkoordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat dengan pak lurah dan sebagainya,” bebernya.

Masalah koordinasi tambah Tugiyan, minggu depan pihaknya akan mengadakan rapat koordinasi degan wali murid, tokoh masyarakat, serta pihak lainnya. “Setelah rapat koordinasi, hasilnya nanti akan kami laporkan ke Dinas terkait,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *