Organda Ancam Demo Jika Koridor 5 & 6 Lanjut

(Vedyana Ardyansah/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – ‎Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang kembali membahas penolakan sopir angkot terhadap rute baru Bus Rapid Transit (BRT) koridor 5 dan 6.

Dalam audiensi yang digelar digedung dewan, turut hadir instansi terkait yakni Dinas Perhubungan, Organda, Paguyuban angkot serta akademisi.

Seusai audiensi, Wakil Ketua Organda Kota Semarang Sumitro mengatakan bahwa rute baru BRT ini ditolak oleh para sopir angkot di 5 jalur, karena akan mematikan pelaku transportasi yang sudah ada. Pihaknya juga meminta lelang BRT yang sudah berjalan oleh Dishub, untuk ditunda.

“Kalau tidak, besok Rabu (8/3) kami akan demo,” tegasnya.

Menurutnya, pengoperasian dua koridor baru Trans Semarang tidak jelas aturannya, sebab dilakukan tanpa sosialisasi kepada para pengusaha angkot yang sudah beroperasi di trayek-trayek tersebut.

“Kalau langsung seperti ini kan efeknya langsung kepada pengusahanya,” tambahnya.

Ia menerangkan. Kalau koridor 6 yakni Undip – Unnes merupakan jalur ranting yang harusnya jalurnya feeder.

“Undip, Unika, Unnes itu kan jalur ranting. Kalau BRT masuk kesitu lalu feedernya mana?,” terangnya.

Dengan ketidakjelasan aturan tersebut, pengusaha angkot memprotes Organda karena dinilai mempunyai kepentingan disitu.

Dikiro (dikira) Organda punya kepentingan disitu. Padahal di Organda ora ono duite seko BRT (tidak ada uang dari BRT), makanya kami ajak semua ke dewan,” imbuhnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BLU UPTD Trans Semarang Agung Nurul Falaq di Semarang mengatakan pihaknya akan tetap koordinasi dengan pengusaha angkot yang ada di trayek itu untuk operasional dua koridor baru Trans Semarang.

“Ya, kami akomodir seperti biasa, misalnya dari sopir angkot diakomodir jadi pengemudi Trans Semarang. Bagi mereka yang punya saudara bisa direkrut menjadi petugas ticketing atau petugas operasional di lapangan,” tukasnya.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *