Kota Lama Diperjuangkan Jadi Warisan Dunia

(doc/ggl)

SEMARANG ‎(asatu.id) – Kota Lama Semarang menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam pengajuan dosier dokumen di UNESCO. Itu setelah Sawah Lunto dan Kota Tua Jakarta yang sudah dicoret dari tentative list Word Heritage UNESCO.

Pencoretan kedua tempat tersebut dari daftar dikarenakan kurangnya dokumen pendukung untuk syarat dijadikannya warisan budaya dunia, hal ini berbeda dengan Kota Lama Semarang. Rencananya, dosier tentative list Word Heritage UNESCO tersebut akan diumumkan pada 2019 mendatang.

Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L), Hevearita Gunaryanti Rahayu menerangkan, bahwa UNESCO juga meminta Kota Lama Semarang tak hanya sebagai tempat wisata saja, namun sebagai syaratnya juga harus merujuk pada tematik sejarah.

“Jadi syaratnya juga harus ada jejak sejarah dahulu dan kedepan akan diapakan. Kita akan mengangkat sebagai Kota Perdagangan Gula Dunia,” terangnya, Sabtu (4/3).

Ita, sapaan akrabnya menambahkan, Kota Lama Semarang memiliki sejarah Raja Gula Oie Tiong Ham yang memusatkan kantor dagangnya ada di Kota Lama. Dia mengatakan bahwa gedung  PT Rajawali Nusindo dan Gedung Samudera Indonesia akan menjadi awal tematiknya.

“Untuk data pendukungnya, nanti kami akan meminta pemerintah Kerajaan Belanda untuk bisa memberikan dokumen terkait gedung-gedung yang ada di Kota Lama. Kami akan data satu persatu jejak sejarah gedung tua,” ucapnya.

Pihaknya menargetkan menyerahkan dokumen dosier tersebut di tahun 2018. Selain itu ia juga akan melakukan studi banding ke Kota Tua Malaka, yang sudah lebih dulu mendapat list sebagai warisan budaya dunia.

“Kita akan studi banding ke Malaka, Kita mengantisipasi agar tidak terjadi penolakan dosier Kota Lama oleh UNESCO. Dulu Malaka saja prosesnya lama hampir sampai lima kali ditolak dokumen dosiernya,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *