Revitalisasi bukan Modernisasi Tradisional

(ilustrasi/ggl)

SEMARANG (asatu.id) – Revitalisasi pasar merupakan hal yang sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh pemerintah. Hal tersebut juga merupakan salah satu cara pemerintahan setiap daerah untuk memajukan produk daerahnya masing-masing.

“Yang harus diingat adalah revitalisasi pasar juga bersangkutan dengan sosial, budaya dan ekonomi. Dan juga revitalisasi pasar jangan terjebak dalam modernisasi,” kata Guru Besar FIB UNDIP sekaligus Budayawan Agus Maladi Irianto saat ditemui belum lama ini.

Guru Besar FIB Undip dan Budayawan Agus Maladi Irianto (doc/ggl)

Dirinya juga menambahkan bahwa revitalisasi pasar tradisional harus tetap memperhatikan roh tradisional yang mengutamakan ‘srawung’ kebudayaan dan tegur sapa antara masyarakat, penjual dan pembeli.

“Hal ini juga diharapkan dapat mengembalikan pasar tersebut menjadi ruang publik yang dapat diakses siapapun tanpa harus ditentukan oleh standarisasi seperti pasar modern,” tambahnya.

Terakhir, Agus menuturkan apabila masyarakat luas dilibatkan sejak awal dalam revitalisasi ini, maka masyarakat juga dapat menjaga ketertiban, kenyamanan serta kebersihan pasar, sehingga citra pasar tradisional yang kumuh , semrawut dan kotor tidak ada lagi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *