Laporan Warga Tidak Valid, Inspektorat Bingung

(ilustrasi/google)

SEMARANG (asatu.id) – ‎Tidak validnya laporan warga yang melaporkan adanya aksi pungli kepada Inspektorat Kota Semarang membuat instansi yang menaungi Tim Saber Pungli kesulitan melakukan penindakan.

Hal tersebut diungkapkan Seketaris Inspektorat Kota Semarang Aan Patwiranto, Minggu (26/2). Dirinya mengatakan saat ini banyak laporan masyarakat yang masuk melalui SMS soal dugaan pungli yang dilakukan Aparatur Sipil Negara (ASN), namun laporannya tidak valid.

“Masyarakat yang melapor soal pungli ini cukup banyak, tapi banyak pula dari laporan tersebut yang tidak jelas bahkan tidak valid. Yang seperti ini sulit kami tindaklanjuti,” ujarnya.

Aan berharap kepada warga yang ingin melaporkan adanya aksi pungli, untuk bisa memberikan pelaporan yang bisa dianggap mumpuni untuk inspektorat tindaklanjuti. Minimal data-data kejadian pungli yang terjadi benar-benar valid.

Lebih jauh dirinya mengungkapkan, sejak Januari 2017 pihak inspektorat sudah menerima 6 laporan dugaan pungli yang kesemuanya kini sudah ditindaklanjuti oleh Tim Saber Pungli Kota Semarang.

“Seluruh laporan mengarah pada indikasi pungutan liar (pungli) dan sudah kami lakukan verifikasi semua pula,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Kota Semarang Cahyo Bintarum saat dimintai keterangan terpisah menambahkan, pihaknya saat ini fokus untuk memberikan sosialisasi ke jajaran Organisasi Perangkat Daerah  (OPD) baru terkait pungli.

“Utamanya OPD yang memberikan pelayanan kepada masyarakat supaya tidak ditemui lagi pungli di lingkup OPD,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *