Komisi B Dukung Penyegelan Kios Kosong

(Imboh Prasetyo/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Langkah tegas yang dilakukan Dinas Perdagangan Kota Semarang menyegel kios pedagang di pasar tradisional mendapat apresiasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Demikian juga dengan pengoperan kios tersebut kepada pedagang baru.

“Penyegelan kios tersebut merupakan langkah yang harus dilakukan, karena pedagang tidak menggunakan kios sebagaimana mestinya. Kios tersebut malah dibiarkan kosong sehingga tak berfungsi,” terang Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang yang menangani bidang perekonomian, Danur Rispriyanto, Jumat (24/2).

Pihaknya menuturkan, tidak sedikit pedagang yang menginginkan kios di pasar, namun  sangat disayangkan pedagang yang sudah memiliki kios di pasar justru tidak menggunakan sebagaimana mestinya.

Pihaknya  mencontohkan, di Pasar Bulu terdapat 15 kios yang dibiarkan tak berfungsi hingga tidak terdapat aktivitas jual beli di pasar. Padahal dirinya mengetahui, Pemkot Semarang telah memberikan tenggang waktu yang cukup untuk memberdayakan kios tersebut. Dia yakin, di pasar-pasar lainnya juga terdapat kios yang masih dibiarkan kosong oleh para pedagangnya.

Danur sapaanya juga menyatakan, mendukung langkah Dinas Perdagangan yang kemudian akan memberikan kios yang telah disegel kepada pedagang baru.

“Masih banyak pedagang lain yang membutuhkan. Jika dibiarkan kosong kios-kios tersebut juga rawan disewakan bahkan diperjual belikan secara ilegal,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto bersama dengan timnya menyegel 15 kios di Pasar Bulu dikarenakan para pedagang membiarkan kios dagangannya kosong tak berfungsi.

Para pedagang pemilik kios sudah diberikan dua kali peringatan namun tetap tak mengindahkan imbauan tersebut. Langkah penyegelan tersebut juga akan berlaku di seluru pasar yang ada di wilayah Kota Semarang.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto menambahkan, selama periode kepemimpinannya tidak akan ada proses penyewaan serta proses jual beli kios secara ilegal. Jika sampai terjadi, pihaknya tidak akan memfasilitasi para pedagang yang melakukan transaksi kotor tersebut.

Untuk proses pengawasan, pihaknya bekerja sama dengan pihak tenaga keamanan, pedagang, serta kepala pasar di seluruh wilayah Kota Semarang.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *