Promosi Ramaikan Pasar Dinilai Dewan Kurang

(vedyana ardyansah/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Wiwin Subiyono mengatakan promosi untuk meramaikan Pasar Bulu dinilai kurang. Dia menyayangkan letak Pasar Bulu yang strategis yakni dipusat kota belum bisa berimbang dengan ramainya pengunjung ke Pasar tersebut. Menurutnya, upaya untuk meramaikan pasar setelah dibangun harus dilakukan Pemerintah Kota Semarang secara inovatif.

Dia menyarankan agar di pasar khususnya di Pasar Bulu digelar kegiatan Festival Kuliner untuk meramaikan pasar. “Misalnya di Banyuwangi, dalam setahun pasarnya bisa menggelar festival hingga sebanyak 25 kali,” ucapnya, Selasa (21/2).
Wiwin berpendapat, bahwa keberadaan titik kuliner saat ini termasuk juga langkah yang inovatif dalam rangka meramaikan pasar. “Kuliner itu mungkin sebaiknya tidak hanya malam saja tapi juga buka pada siang hari. Selain itu mungkin bisa diadakan hadiah untuk menarik orang datang misalnya makan berhadiah sesuatu. Dengan demikian pasti dampaknya akan meramaikan pasar,” paparnya.
Akademisi Unika Soegidjapranata Hendrawan mengatakan, penataan pedagang atau zonasi, menurutnya kebutuhan primer, seperti sembako bisa diletakkan di lantai paling atas.
“Jadi orang pasti akan mau naik ke atas karena di atas kebutuhan primer itukan statusnya harus dibeli,” katanya.
Menurutnya, rencana vitalisasi kembali pasar memang patut didukung penuh, agar pasar tradisional terus eksis dan tidak tergerus oleh banyak dan terus berkembangnya keberadaan pasar-pasar modern saat ini.
Sementara Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto menyatakan pihaknya akan lebih memperbanyak upaya promosi agar orang mau berbelanja di pasar tradisional.
“Nanti kita akan gandeng dukungan beberapa pihak untuk meramaikan pasar,” tukasnya.‎

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *