Guru SD Swasta Berharap 6 Bentuk Bantuan Kembali Ada

(vedyana ardyansah/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – ‎Forum Komunikasi Sekolah Dasar Swasta (FKSDS) Kota Semarang ingin enam poin bantuan pemerintah dikembalikan seperti semula, yakni BPP/pendamping BOS, bantuan fungsional, bantuan ‘sapu jagad’, bantuan kesra, DAK, dan bantuan anggaran fisik dari Disdik Kota Semarang.

“Sekarang ini banyak guru Sekolah Dasar (SD) swasta yang kini hanya menerima gaji sekitar Rp 300-400 ribu/bulan dari yayasan setelah bantuan – bantuan pemerintah yang selama ini bisa menambah penghasilannya dihilangkan,” ujar Koordinator FKSDS Kota Semarang Syaefudin, Selasa (21/2).
Dia menceritakan, bahwa sebelum enam poin bantuan itu dihapus salah satu bantuan seperti bantuan fungsional yang besarannya Rp 200 ribu/bulan, diberikan dalam enam bulan sekali bisa membantu menambah penghasilan para guru swasta. Namun, saat ini, bagi guru yang belum diangkat hanya menerima gaji sekolah dari penyesuaian anggaran yayasan.
“Saat ini ada 200 guru SD swasta dari berbagai sekolah di Kota Semarang yang kini hanya berpenghasilan sekitar Rp 300-400 ribu/bulan, belum termasuk guru-guru swasta dari jenjang di atasnya, seperti SMP dan SMA. Kami ingin enam poin itu dikembalikan seperti semula,” ucapnya.
Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Disdik Kota Semarang Hari Waluyo mengaku akan mengupayakan poin-poin bantuan itu dikembalikan di APBD 2018.
“Kami akan konsultasikan kepada pimpinan untuk memasukkannya pada APBD 2018. Kami pastikan tidak ada dikotomi antara sekolah negeri dan swasta, guru negeri dan swasta,” imbuhnya.
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono meminta Disdik Kota Semarang menyiapkan formulasi yang tepat untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Nanti, harapannya (6 poin) bisa diperjuangkan, karena Pendidikan ini prioritas,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *