Pemkot Ajak Warga Tentukan Nasib Lahan Wonderia

SEMARANG (asatu.id) – ‎Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi akan menawarkan kepada masyarakat terkait alih fungsi lahan Wonderia. Hal tersebut dilakukan setelah adanya penyegelan Wonderia beberapa hari lalu dan disinyalir pengelolaan lahan akan kembali di tangan Pemkot.

Pemkot memberikan waktu 6 bulan bagi pengelola objek wisata Wonderia untuk segera mengemasi aset-asetnya yang masih berada disana. Setelah 6 bulan berjalan, semua aset Wonderia resmi menjadi milik Pemerintah Kota.

“Kami memberikan waktu 6 bulan kepada pengembang untuk mengambil aset-asetnya di Wonderia mungkin saja masih bisa digunakan atau untuk balik modal. Setelah 6 bulan setelah kita kuasai aset-asetnya, baru nanti kita rencanakan mau dibuat apa,” ucap pria yang akrab disapa Hendi ini, Jumat (17/2).

Dia menjabarkan, pihaknya akan melakukan poling guna menentukan pemanfaatan lahan yang tepat. “Akan kami lempar poling kepada masyarakat sesuai yang diinginkan. Kalau ingin dibangun Trans Studio ya kami akan coba lakukan pendekatan dan komunikasi lagi, tapi kalau diminta untuk dibangun gedung pertemuan ya kami siap. Intinya peruntukan aset tersebut sesuai keinginan masyarakat,” tukasnya.

Sebelumnya, terkait pengelola Wonderia, Pemkot telah memberikan peringatan kepada PT SMART sebanyak tiga kali. Ketiga surat peringatan itu masing-masing dikeluarkan tanggal 19 September 2016, 6 Oktober 2016, dan 6 Desember 2016.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *