Pedagang Ikan Demo Sambil Bagikan Ikan

20170123_112041_55592SEMARANG (asatu.id) – Puluhan pedagang Rejomulyo berunjuk rasa ke Balaikota Semarang di Jalan Pemuda, Semarang, Senin (23/1).

Para pedagang tersebut ingin menyampaikan aspirasinya kepada Walikota Semarang yaitu menolak pindah ke bangunan pasar Rejomulyo yang baru. Mereka menganggap, bangunan pasar rejomulyo baru belum layak untuk ditempati dan tidak representatif.

Uniknya, bersamaan dengan aksi demonya, pedagang juga membawa ikan saat demo untuk dibagi-bagikan ke warga dan pengendara yang sedang melintas di jalan Pemuda.

Perwakilan Pedagang kemudian diberikan kesempatan untuk menemui Dinas Perdagangan dan Asisten Sekda mewakili Walikota untuk beraudiensi.

Dalam audiensi antara perwakilan pedagang dan dinas tersebut sempat terjadi deadlock karena menurut pedagang Pemerintah Kota (Pemkot) dalam hal ini dinas perdagangan tidak memberikan solusi kongkret kepada para pedagang.

20170123_105318

“Dulu berdasarkan kesepakatan, awal luasan di tempat yang lama 2 kali atau 3 kali lebih luas dari luasan sekarang. Apalagi saat ini sudah berkembang, tingkat masyarakat mengkonsumsi ikan makin banyak. Sehingga kami butuh dasaran yang luas, padahal tiap hari di pasar yang lama dapat menampung 100 ton ikan. Yang akan didistribusikan sampai ke luar Jawa,”kata Mujib, koordinator pedagang.

Kepala Dinas Perdagangan Fajar Purwoto mengatakan, bahwa pihaknya beberapa hari yang lalu sudah melihat pedagang ikan basah ini untuk ngecek kondisi dilapangan.

“Memang kalau dipaksakan dimasukkan pastinya pedagang tidak nyaman. Tanggal 16 Januari lalu, telah disepakati semua pedagang untuk masuk ke dalam pasar, kecuali pedagang ikan basah,” ujarnya.

Pihaknya mengatakan akan melakukan komunikasi dengan Dinas Perikanan terkait keberadaan Pasai Ikan Higienis (PIH).

“Kita juga akan komunikasi dengan Dinas Perikanan untuk secepatnya PIH diserahkan ke Dinas Perdagangan. Mungkin kedepan PIH bisa disatukan dengan Dinas Perdagaangan dan bisa ditempati pedagang ikan basah”, ucapnya.

Sedangkan untuk target waktu untuk masuk ke pasar rejomulyo baru bagi pedagang pihaknya tetap menentukan sudah harus masuk yakni tanggal 25 Januari mendatang. Tapi untuk pedagang ikan basah dan sebagian ikan asin yang ingin menempati di lantai bawah pasar tersebut, nanti akan direvisi lagi batas waktunya.

“Namun sudah ada sebagian pedagang yang mulai masuk ke pasar karena sudah mendapatkan undian kios,”pungkasnya.(HP)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *