Agustus, BKT akan Dikeruk

20170119_103733Semarang (asatu.id) – Kepala Dinas Perdagangan, Fajar Purwoto menegaskan, bahwa bulan Februari adalah sosialisasi terakhir untuk para PKL di sepanjang Barito dan penghuni tanggul Banjir Kanal Timur (BKT).

Sosialisasi terkait Normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) dilakukan bertahap di 12 kelurahan di Kota Semarang. Diawali dengan sosialisasi di PKL Barito.

“Hari ini, Kamis (19/1) sosialisasi awal terkait normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT). Kami targetkan pada Akhir Februari 2017 sosialisasi di 12 kelurahan sudah selesai,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto saat melakukan sosialisasi.

Dikatakan Fajar, pengerukan BKT akan dimulai dari utara atau hulu lalu ke selatan menuju ke hilir. Jumlah bangunan atau untuk PKL mencapai 1.250 bangunan dan terdapat 12 kelurahan.

Sosialisasi yang digelar di Kelurahan Rejosari hanya berlangsung sekitar 1 jam itu berjalan tertib.  Tidak ada komplain atau ‘udreg-udregan’ antara penghuni tanggul atau bantaran BKT dengan pejabat di kelurahan maupun pejabat di Kecamatan Semarang Timur.

“Rencana, Agustus sudah mulai pengurukan. Kami akan sampaikan saat rapat dengan pemprov dan kementerian untuk mendahulukan Tambakrejo terlebih dahulu, karena sendimentasi disana kan cukup tinggi,” imbuhnya.

Menurutnya, PKL dan pemukiman di bantaran sungai Banjir Kanal Timur (BKT) di 12 kelurahan di Kota Semarang yang akan di normalisasi. “Ada 12 kelurahan. 6 kelurahan di Semarang Timur dan 5 kelurahan di Kecamatan Gayamsari, 1 di Tanjung Mas.”

Sementara itu, sejumlah pedagang menyatakan aspirasinya, seperti Safi’i (53) menyampaikan, apakah Pemkot menyediakan sarana dan prasarana angkutan untuk boyongan ke Pasar Klithikan atau tidak, dan penghuni apakah mendapatkan ganti.

Ia juga  berharap, pihak Pemkot Semarang juga membantu untuk pemindahan penghuni bantaran sungai ke tempat lain yang dituju. (Vedyana Ardyansah)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *