Reading Morning Hidupkan Semangat Baca MIN Sumurejo

Siswa siswi Madrasah Sumurejo antusias membaca berbagai macam buku (Vedyana Ardyansah/asatu.id)

Siswa siswi Madrasah Sumurejo antusias membaca berbagai macam buku (Vedyana Ardyansah/asatu.id)

Semarang (asatu.id) – Kebiasaan dan budaya membaca pada usia dini memang harus digalakkan. Dengan membaca diharapkan mampu membuka dan menambah wawasan bagi anak. Diperlukan rangsangan-rangsangan yang efektif guna menghidupkan kebiasaan dan budaya membaca anak. Karena dengan itu, semangat untuk membaca akan terus ada.

Hal untuk menghidupkan semangat membaca nampaknya coba dilakukan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Sumurejo, Gunungpati. Program tersebut dinamai Pondok Baca Reading Morning yang dinilai meningkatkan kualitas dan kuantitas membaca para siswa.

“Program ini mampu memberi semangat gemar baca siswa dari sudut pandang lain. Setiap hari pukul 06.00-06.45 ada kegiatan Juz Amma Ceria, cerita bergambar, dan program mading madrasah. Bahkan kita ada  Duta Baca yang jadi contoh bagi teman-teman lain untuk memotivasi dan mengkampanyekan gemar baca,” papar Kepala MIN Sumurejo Subiyono.

Diterangkannya, jika program Pondok Baca Reading Morning ini didapat setelah mendapat pelatihan dari USAID Prioritas tentang pengembangan budaya baca dengan melibatkan seluruh elemen sekolah.

“Selain pelatihan kami juga mendapat hibah buku sebanyak 150 judul buku dan 600 buku bacaan berjenjang sebagai suplemen membaca,” ucapnya.

Menurut data, selama satu semester ini program Reading Morning tersebut hasilnya cukup signifikan terhadap minat baca siswa. Terlihat dari data siswa yang membaca di semester ini terbilang cukup banyak.

Di antaranya seperti Rizi siswa kelas V yang membaca 152 judul buku, Anggi Latifah siswa kelas VI yang telah membaca sebanyak 121 judul buku, Andin Aini Nur Latifah kelas IV dengan 82 judul buku dan Hani Asri Latif 74 buku  dalam satu semester.

“Selain itu, data tersebut juga bisa dilihat dari bukti fisik kunjungan dan peminjaman buku. Siswa tidak hanya mengisi di sekolah, namun buku membaca anak dapat diisi juga usai membaca buku di rumah,” ucapnya.

Sementara itu, koordinator USAID Prioritas Jateng Nurkolis memberikan apresiasi kepada MIN Sumurejo sebagai salah satu sekolah di Jateng yang telah sukses menerapkan program membaca bagi siswanya.

“Semoga banyak sekolah lain yang terinspirasi untuk mengembangkan program membaca sesuai dengan ciri khas sekolahnya,” pungkasnya.(Vedyana Ardyansah)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *