Saber Pungli Diharapkan Sapu Bersih Pungli di Semarang

Walikota Hendrar Prihadi kukuhkan saber pungli Kota Semarang (Vedyana Ardyansah/asatu.id)

Walikota Hendrar Prihadi kukuhkan saber pungli Kota Semarang (Vedyana Ardyansah/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengukuhkan Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) di lantai 8 gedung Moch Ikhsan Balaikota Semarang Jalan Pemuda, Rabu (11/1) pagi.

Tim terdiri atas anggota dari sejumlah instansi aparat penegak hukum (APH), yaitu Polrestabes Semarang, Kodim 0733 BS/ Semarang, Kejari dan inspektorat serta Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV-5 Semarang. Adapun jumlah tim Saber Pungli tersebut yang dikukuhkan sebanyak 53 orang.

Pria yang akrab disapa Hendi ini mengatakan, bahwa pengukuhan Tim Satuan Tugas Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) di Kota Semarang, telah diatur dalam instruksi Mendagri dan Peraturan Presiden untuk membentuk tim Saber Pungli guna mengubah pola pelayanan kepada masyarakat agar tidak ada lagi biaya siluman atau sering disebut pungli.

“Kami berharap setelah pengukuhan tidak hanya seremoni saja. Tugas yg utama adalah tim harus bisa memastikan tidak ada lagi pungli. Diharapkan para investor tertarik untuk investasi di Indonesia, khususnya di Kota Semarang, dengan makin banyaknya investasi yang ada, maka akan menaikkan  tingkat ekonomi di masing-masing wilayah,” tegasnya.

Ditambahkan, dengan adanya tim satuan tugas saber pungli ini, pelayanan publik di Kota Semarang bisa clear, cepat,  sesuai aturan dan tidak ada lagi pungli. ” “Yang paling penting semua pelayanan publik di Kota Semarang tidak ada lagi pungli, caranya gimana misalnya dengan cara melakukan sosialisasi juga bisa, apabila masih ada yang tetap membandel dan melanggar setelah diberikan sosialisasi maka tangkap saja, dan diputuskan sesuai aturan yang ada, bisa menjadi pelajaran untuk yang lainnya,” tegas Hendi.

Hendi menambahkan, di tahun 2016 terdapat enam kasus pungli yang dia ketahui. “Ada 6 kasus, rata-rata bentuk pungli yang dilakukan adalah bidang perizinan, maka sanksinya kami lepas jabatannya,” katanya.

Wakapolrestabes AKBP R Setijo Nugroho Hasto sekaligus Ketua Tim Saber Pungli mengatakan, bahwa setelah pembentukan tim Saber Pungli ini, akan melakukan rapat kecil bersama untuk menentukan rencana aksi untuk menyusun target dan kemudian action. sosialisasi terkait dengan daerah mana saja nantinya yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Kita akan sosialisasi mana yang termasuk ke dalam wilayah tindakan korupsi, gratifikasi dan pungli terutama kepada aparat pemerintahan khususnya pelayanan publik,” ujarnya.

Dia menjabarkan, bahwa targetnya ialah agar semua unsur pemerintah mengetahui apa itu korupsi, gratifikasi, dan pungli. Kemudian tindakan pencegahan. “Lalu ada tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku jika memang ada pelanggaran,” ujarnya. (VA)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *