Penggunaan Listrik Pedagang Pasar Harus Diawasi

vlcsnap-2016-12-24-18h07m09s174

Walikota Semarang Hendrar Prihadi

SEMARANG (asatu.id) – Kebakaran beberapa kali menimpa pasar tradisional di Semarang, seperti Pasar Johar, Pasar Yaik Baru, Pasar Kanjengan, dan yang terakhir adalah Pasar Waru. Untuk itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengingatkan perlunya pengawasan terhadap penggunaan listrik oleh para pedagang di pasar tradisional sebagai langkah pencegahan terhadap konsleting yang akan mengakibatkan kebakaran.

“Pedagang harus paham pemakaian listrik dan pemasangan instalasinya secara benar, misalnya sudah ditetapkan daya listrik di setiap kios berkapasitas 450 watt jangan malah coba-coba kemudian memasang atau menambahi kapasitas listrik sembarangan di luar yang ditentukan atau malah berani  memasang secara ilegal,” terangnya.

Hendi mengatakan, perlu adanya kesadaran dan pemahaman dari para pedagang di pasar tradisional mengenai tata cara penggunaan listrik secara benar dan aman. “Kalau ternyata ada permasalahan, misalnya korsleting, berarti ada dua hal yang keliru. Pedagang tidak memakai listrik secara benar atau pemerintah yang kurang sosialisasi,” tambahnya.

Untuk itu, lanjut Hendi, Pemerintah Kota Semarang melalui dinas terkait, seperti Dinas Kebakaran harus terus melakukan sosialisasi kepada para pedagang di pasar-pasar tradisional.

Ditambahkannya, keberadaan fasilitas penunjang, seperti “hydrant” untuk menanggulangi secara lebih cepat jika terjadi kebakaran harus juga diperhatikan. “Sumber-sumber air atau jaringan pipa air (hydrant) harus ditempatkan di tempat yang tepat. Jangan sampai kemudian malah rusak, sebab fasilitas ini sangat penting,” pungkasnya. (VA)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *