Perusda Siap Dibuat Untuk Kelola Pasar Tradisional

img-20161229-wa0000SEMARANG (asatu.id) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, pengelolaan pasar tradisional nantinya akan dikelola perusahaan daerah atau badan usaha milik daerah (BUMD).

Dirinya menilai jika kewenangan pengelolaan pasar ini akan lebih optimal jika ditangani BUMD. Aktivitas jual-beli bisa lebih baik, pedagang juga bisa mendapatkan keuntungan yang lebih.

“Untuk peraturan daerah (perda) mengenai perusda yang akan menaungi pengelolaan pasar-pasar tradisional itu masih dalam proses penyusunan yang kami harapkan bisa rampung tahun depan,” ujarnya.

Selain untuk penataan pasar menjadi lebih bersih, rapi, kemudian masyarakat atau pengunjung tentunya akan merasa lebih nyaman berbelanja di pasar tradisional, keberadaan Perusda itu akan meminimalisir kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) karena pengelolaannya jelas dilakukan secara profesional.

Senada dengan itu, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi pengelolaan pasar tradisional sebagai fasilitas publik harus benar-benar mengutamakan kepentingan publik dan perusda yang mengelola harus benar-benar bertanggung jawab secara profesional.

“Perusda yang mengelola harus bertanggung jawab, mulai operasional, pengelolaan, dan pembangunannya. Jangan kemudian malah mengambil keuntungannya saja,” katanya.

 Dengan ditangani secara profesional oleh perusda, kata politikus PDI Perjuangan itu, pengelolaan pasar tradisional semestinya bisa meningkatkan PAD karena kebocoran bisa kian diminimalisir.

“Selain pengelolaan pasar tradisional yang dikelola Perusda bisa meningkatkan PAD karena kebocoran bisa kian diminimalisir. Kami khawatir kalau tidak ditangani secara profesional akan melahirkan mafia-mafia baru,” pungkasnya. (VA)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *