Walikota Apresiasi Pedagang Rejomulyo

pasar_kobong-1SEMARANG (asatu.id) – Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengapresiasi para pedagang Pasar Rejomulyo lama yang bersedia pindah ke Pasar Rejomulyo baru. Walaupun terdapat pedagang yang bersikukuh belum bersedia pindah.

“Alhamdulillah kalau pedagang mau masuk, sementara yang tidak mau masuk juga tidak apa-apa. Namun, Pemerintah Kota Semarang tetap akan membongkar Pasar Rejomulyo,” ungkapnya.

Setelah Pasar Rejomulyo baru dioptimalkan, lanjut Hendi, Pasar Rejomulyo lama segera dibuatkan surat keputusan penghapusan aset dan secepatnya dilakukan pembongkaran.  “Yang jelas, Pasar Rejomulyo baru di awal Januari 2017 akan dioptimalkan dan difungsikan,” katanya di Semarang, Senin (26/12).

Pembongkaran Pasar Rejomulyo Lama atau sering disebut Pasar Kobong dikarenakan di area tersebut akan digunakan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). “Pasar Rejomulyo lama setelah dibongkar akan dibuat RTH,” tambahnya.

Dalam berita sebelumnya yang beredar, Para pedagang ikan segar yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Ikan Basah dan Pindang (PPIBP) Pasar Rejomulyo menolak pindah karena fasilitas yang dikeluhkan.

Sementara pasar baru memang sudah rampung pembangunannya, akan tetapi ternyata dianggap tidak sesuai dengan kondisi pasar, seperti ubin dari keramik yang dikhawatirkan licin dan saluran air yang tidak memadai. (VA)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *