Mualim : Jangan Biarkan Kondisi Pasar Sepi

20161207_114017SEMARANG (asatu.id) – Komisi B DPRD Kota Semarang meminta Dinas Pasar untuk segera melakukan pengevaluasian terkait dengan keadaan Pasar tradisional di Kota Semarang yang sekarang ini dibangun dengan bangunan semi modern atau modern.

Ini dikarenakan banyaknya keluhan terkait menurunnya jumlah pengunjung atau pembeli yang datang ke beberapa pasar.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Mualim, dalam acara dialog bersama bertemakan “Memakmurkan Pasar” di Pasar Bulu, Semarang, (7/12).

Mualim menjelaskan, sebelum pasar tradisional dibangun dengan konsep semi modern sangat ramai. Tetapi setelah dibangun keadaan tersebut berubah menjadi sepi. “Dulu itu kan sebelum dibangun ramai, sampai mau jalan saja repot. Tapi realitanya sekarang malah sepi pengunjungnya,” katanya.

Melihat permasalahan tersebut, dirinya berharap Adanya kepedulian dari semua pihak, tidak hanya Dinas Pasar, namun juga masyarakat untuk mencari jalan keluar agar kemakmuran dan keramaian di pasar bisa kembali seperti sedia kala.

Pihaknya juga menyampaikan, perilaku instan di jaman sekarang merubahan cara penjual mendagangkan dagangnnya, yakni dengan cara langsung ke pembeli. Hal itu dikatakan salah satu faktor yang berdampak pada sepinya pasar tradisional di beberapa daerah.

“Sekarang itukan pedagang jeli. Mereka jemput bola. Kadang itu di perumahan saja ada 5 sampai 6 pedagang yang keliling,” ujar Mualim.

Namun bahwasanya, lanjut Mulaim, keberadaan Pasar Modern yang memperjualkan hampir semua barang juga mempengaruhi pasar tradisional.

“Kita akan mendorong pemerintah untuk meminta agar pasar modern tidak menjual semua barang. Ini mengakibatkan pasar tradisional semakin tidak diminati,” paparnya.

Selain evaluasi, Mualim juga berharap Dinas Pasar agar melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar kesan bangunan yang semi modern tidak berpengaruh terhadap minat beli masyarakat.

“Suatu kajian itu perlu dilakukan untuk bisa menemukan jalan keluarnya. Peningkatan event-event yang sudah dilakukan dinas pasar memang sudah dilakukan untuk meningkatkan anemo masyarakat, namun lebih baiknya ditingkatkan,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Tridjoto Sardjoko memaparkan bahwa sebenarnya pasar sudah terkondisi ramai dan sudah sesuai dengan harapan pembangunannya.

“Sebetulnya dari beberapa pembangunan pasar, kondisinya sudah sangat ramai. Khusus untuk Pasar Bulu dan Johar, memang terlihat sepi di luar tapi sebetulnya ramainya itu didalam. Itu sudah sesuai dengan konsep kita. Yaitu membangun pasar untuk kesejahteraan pedagang,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *