Area Pemakaman Tunggang Perlu Perhatian Pemkot Semarang

20161205_153006SEMARANG (asatu.id) – Perasaan miris pasti akan menyapa ketika melihat area pemakaman tenggang yang berdiri di tanah milik Pemerintah Kota di daerah tunggang rejo kelurahan tambakrejo kecamatan Gayamsari. Bagaimana tidak, pemandangan yang kontras sangat menyeka mata, antara beberapa nisan, tumpukan sampah, dan air tambak.
Hal tersebut tergambar jelas dari pengamatan asatu.id langsung ke area pemakaman.

Rudikan, salah satu warga mengatakan, bahwa penurunan muka tanah dan naiknya permukaan air menjadi hal yang sampai saat ini menjadikan area pemakaman tersebut memprihatinkan. Ditambah lagi tumpukan sampah yang sudah menggunung dan meluber hingga bercampur dengan air membuat pemakaman tersebut terlihat kurang nilai luhurnya. “Kita sudah sampaikan ke dewan masalah ini, dan kita berharap segera ada tindakan dari pemerintah kota,” paparnya.

Dirinya menerangkan bahwa area pemakaman tersebut dulunya sekitar 100 meter x 100 meter. Namun dikarenakan permukaan air yang selalu naik disetiap 3 tahun membuat lahan area pemakaman yang berada di tanah pemerintah kota tersebut menjadi menyempit dan terkesan tidak terurus.

Adapun selama ini, Rudikan mengatakan, untuk mengelola area pemakaman agar terus bisa dipakai masyarakat sekitar, pihaknya mengaku menggunakan dana swadaya dari prosesi jasa penyediaan lahan dan gali kubur bagi jenazah.

“Ada semacam uang tarikan. Senilai Rp 400 ribu. Rp 200 ribu untuk jasa gali kuburnya, dan Rp 200 ribu untuk dana pembelian tanah uruk untuk diletakkan di area pemakaman ini,” tambahnya.

Dirinya berharap area pemakaman bisa digunakan selayaknya pemakaman. Saat ditanya berapa tanah urik yang dibutuhkan untuk menjadikan pemakaman tunggang menjadi layak pakai, dirinya menerangkan, bahwa dibutuhkan sekitar kurang lebih 1500 dam tanah uruk untuk membuat lahan pemakaman tersebut layak dijadikan tempat peristirahatan jenazah.

“Perlu sekitar 1500 dam tanah uruk untuk menjadikan lahan pemakaman ini layak. Karena sekarang ini sangat tidak layak. Bila digali sedikit saja, sudah ada airnya. Kan kasihan mas kalo melihat ada jenazah yang dikuburkan disini. Tapi mau gimana lagi. Pemakaman disini itu bisa dibilang biasanya masih murah, cuman Rp 400 ribu. Kalo ditempat lain sudah sampai Rp 1 jutaan. Kasihan kan kali orang nggak mampu,” pungkasnya.(AC)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *