Protokol Kesehatan Ketat untuk Sambut PMI Asal Jateng

SEMARANG (Asatu.id) – Kepulangan sejumlah pekerja migran Indonesia (PMI) asal Jateng yang bekerja di beberapa negara ternyata tidak hanya melalui udara saja, tapi juga ada yang pulang menggunakan jalur laut. Di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang misalnya, sudah ada 21 orang yang mudik.

“Skemanya sama, kami terapkan protokol kesehatan yang ketat. Ada penjagaan juga di Pelabuhan, ada dari Disnaker, Pemkot, KKP dan lainnya. Semua mengikuti standar yang sudah ditetapkan,” tegas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Senin (18/5).

Ganjar menerangkan, sebelum gelombang kepulangan PMI mulai hari Senin, pihaknya sudah memiliki data PMI yang sudah berada di Jawa Tengah.

Sampai tanggal 14 Mei 2020, sudah ada 1.124 PMI asal Jateng yang mudik menggunakan jalur udara dan turun di Bandara Soekarno Hatta Jakarta. Selain itu, ada pula PMI yang mudik melalui lintas batas negara sebanyak 59 orang dan pelabuhan Tanjung Emas Semarang 21 orang.

“Juga Jumat lalu, ada 69 repatriasi dari Dili Timor Leste, sudah mendarat di Bandara Juanda. Mereka sudah rapid test dan sudah kami siapkan tiga bus untuk membawa mereka ke Jateng,” imbuhnya.

Ganjar menegaskan, semua PMI yang pulang ke Jateng harus menjalani karantina minimal 14 hari. Untuk itu, dirinya meminta Kabupaten/Kota untuk menyiapkan kebutuhan karantina itu.

“Semua harus karantina minimal 14 hari di tempat masing-masing. Kabupaten/Kota hingga desa wajib menyiapkan tempat karantina itu agar semua aman,” tutupnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *