Jalani Karantina, Hasil Rapid Tes 57 PMI Asal Jateng Tidak Reaktif

SEMARANG (Asatu.id) – Sebanyak 57 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jawa Tengah yang baru tiba di Semarang, Senin (18/5) langsung dikarantina di Gedung BPSDM Jateng, Srondol Kota Semarang. Setelah dilakukan rapid test, hasilnya sangat menggembirakan, karena tidak reaktif.

Sorenya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyempatkan diri menengok para PMI di tempat karantina sementara itu. Selain memastikan kesehatan, Ganjar juga melihat protokol kesehatan yang diterapkan serta jaminan makanan bagi para PMI tersebut.

Pertemuan itu terhalang jarak yang cukup jauh. Mereka yang ada di ruangan kamar Gedung Sumbing, hanya bisa melambaikan tangan dari depan kamarnya masing-masing. Sementara Ganjar menyapa dan mengajak ngobrol mereka dengan suara yang agak keras, karena jaraknya memang cukup jauh.

“Ayo sopo sing ora poso (siapa yang tidak puasa), oleh mangan saiki (boleh makan sekarang). Sehat kabeh ya,” canda Ganjar.

Ganjar senang melihat para PMI tersebut dalam kondisi ceria. Mereka dengan senang ati menjalankan ketentuan pemerintah untuk isolasi diri.

“Baru datang tadi pagi, saya aslinya Pati dan sudah lima tahun kerja di Malaysia bagian konstruksi,” kata salah satu PMI, Wahono (36).

Wahono mengatakan tidak masalah apabila harus dikarantina usai tiba di Indonesia. Selain mengikuti anjuran pemerintah, hal itu juga untuk memastikan bahwa dirinya sehat agar tidak menulari keluarga di rumah.

“Apalagi ini dikarantina di lokasi yang nyaman. Tempatnya enak, jadi tidak apa-apa. Tapi kalau bisa, setelah dinyatakan sehat saya bisa karantina mandiri di rumah,” ucapnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sengaja menengok para PMI yang baru pulang dari Malaysia itu. Dirinya senang, mereka semuanya sehat.

“Mereka kawan-kawan yang baru pulang dari Malaysia, sekarang dikarantina di sini. Rata-rata dari Pati, ada juga yang dari Kendal dan dari Tuban satu orang tadi. Lihat semuanya ceria,” kata Ganjar.

Nantinya, para PMI tersebut akan dijemput oleh pihak kabupaten/kota dari daerah masing-masing. Sambil menunggu jemputan, Ganjar memastikan bahwa para PMI itu diamankan dulu untuk dicek kesehatannya masing-masing.

“Tadi sudah rapid tes, hasilnya tidak reaktif semuanya. Mudah-mudahan semuanya sehat. Nanti kami siapkan perjalannya sampai tingkat Kabupaten/Kota dan rumah masing-masing,” tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, gelombang PMI dari berbagai negara mulai berdatangan ke Jateng. Rencananya, mulai 18-23 mei ini, setiap hari akan datang para PMI ke Jawa Tengah. Mereka semuanya akan dikarantina sementara di gedung BPSDM Jateng di Srondol Kota Semarang sambil dicek kesehatannya oleh petugas. Setelah itu, para PMI ini akan dijemput dan dikarantina oleh Kabupaten/Kota asal masing-masing.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *