Bersama Bandiyem Grup Motoran, Ganjar Keliling Cek Tempat Karantina di Desa dan Bagi Sembako

SEMARANG (Asatu.id) – Bukan Ganjar Pranowo jika gampang menyerah pada keadaan. Apalagi cuma panas dan hujan. Sosok Gubernur Jawa Tengah ini nekat berkeliling ke sejumlah desa di Kabupaten Kendal dan Batang, demi mengecek persiapan karantina di desa-desa dalam menyambut para pemudik, Minggu (5/4).

Bersama komunitas motornya, Bandiyem Grup Motoran, Ganjar berangkat pukul 08.00 WIB dan baru tiba kembali di rumah sekira pukul 15.00 WIB. Saat berkeliling, meskipun panas dan hujan, ia tetap menggeber sepeda motornya untuk mengunjungi desa-desa terpencil.

Beberapa desa ia kunjungi, di antaranya Desa Trisobo Kecamatan Boja Kabupaten Kendal, Desa Ngadirejo dan Desa Pacet Kecamatan Reban Kabupaten Batang dan Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal.

Selain mengecek kesiapan desa, Ganjar juga membagikan sembako untuk membantu mencukupi kebutuhan warga. Ia juga memberikan masker dan hand sanitizer kepada bidan-bidan desa untuk menjaga kesehatannya.

“Kami sudah menyiapkan dua ruangan untuk karantina pemudik. Satu di gedung PKD dan satunya di Balai Desa. Sampai saat ini belum difungsikan karena baru disiapkan,” kata Pj Kepala Desa Trisobo, Suwondo.

Saat ini, lanjut dia, sudah ada 10 orang. Setelah dicek dan dinyatakan sehat, kesepuluh warganya itu dipulangkan dan menjalani isolasi mandiri di rumah.

Usai dari Trisobo, Ganjar langsung menuju Desa Ngadirejo dan Desa Pacet Kecamatan Reban Kabupaten Batang. Di dua desa itu, juga sudah disiapkan tempat karantina bagi para pemudik. Bahkan di Desa Pacet, sebanyak 14 pemudik sudah dikarantina.

“Total sudah ada 30 orang yang mudik di desa ini. Begitu pulang langsung kami isolasi. Kami menyiapkan tiga tempat, yakni di gedung PKD dan dua rumah warga. Yang sekarang masih diisolasi, ada 14 orang dan semuanya sehat,” kata Kepala Desa Pacet, Dendy Hermawan.


Ganjar kemudian melanjutkan perjalanan menuju Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal. Di desa itu, Ganjar mengecek Puskesmas serta tempat isolasi. Selain itu, ia juga menyempatkan menengok dua Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang baru saja pulang dari Malaysia. Keduanya sedang menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing.

“Sengaja saya berkeliling untuk mengecek persiapan desa dalam menyambut para pemudik. Beberapa desa yang saya cek tadi, semuanya sudah siap dengan tempat karantina masing-masing. Pintu masuk desa-desa juga sudah dijaga oleh petugas,” kata Ganjar.

Ganjar meminta kepada seluruh kepala desa di Jateng untuk membuat tempat karantina. Tidak harus membuat gedung baru, beberapa gedung yang ada seperti sekolah, balai desa bahkan rumah warga dapat dijadikan tempat karantina.

“Saya juga titip pesan kepada seluruh Kades untuk memantau betul mereka-mereka yang mudik. Dan yang belum mudik, kami berharap keluarganya melarang mereka untuk mudik. Kalau tetap mudik, akan kami karantina selama 14 hari,” tutupnya.

Asatu.id, berita ssmarang, asatu, ganjar, bandiyem grup motoran, cek tempat karantina

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *