Santri Yang Mudik ke Demak Harus Diperiksa

SEMARANG (Asatu.id) – Dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, Bupati Demak HM Natsir beserta jajarannya terus melakukan pantauan disejumlah tempat berkumpulnya banyak orang. Salah satunya, di Terminal  Demak.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, pihak terminal telah menyediakan  beberapa tempat cuci tangan dengan sabun dan tempat sterilisasi penyemprotan disinfektan bagi setiap  pemudik yang datang.

Selain melakukan pengawasan dan pemantauan, Bupati juga menyosialiasikan tentang bahaya Covid-19 kepada para pemudik.

Bupati Demak, HM Natsir mengatakan, meskipun sudah dihimbau untuk tidak pulang kampung halaman atau mudik, kenyataannya masih banyak pemudik yang tetap nekat pulang kampung. Sehingga mereka harus mengikuti aturan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Hal itu dilakukan sambungnya, karena hasil tracking terhadap beberapa pasien positif Corona menyebutkan bahwa mereka tertular dari daerah lain.

Begitu pula dengan santri yang mudik, juga harus mengikuti aturan yang ditentukan.

Mnggu sore (29/3), terlihat adanya  pemulangan santri gelombang pertama yang mondok di Pondok Pesantran Sarang Rembang Al Anwar. Sebagian di antaranya, pulang ke Demak. Santri-santri itu dipulangkan dalam tiga gelombang.

Di menambahkan, pemulangan santri ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden agar physical distancing benar-benar dilakukan. Interaksi antar personel di pondok pesantren sangat dekat dan sulit untuk tidak berjamaah.

Dengan demikian katanya, agar physical distancing dapat berjalan maksimal dan pencegahan penyebaran Covid-19 dapat berjalan efektif, maka pondok pesantren berinisiatif untuk memulangkan para santrinya secara bergelombang.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *