Penyebaran Virus Corona Meluas, Ketua Komisi C DPRPD Jateng Cek Kesiapan Medis di Banyumas

BANYUMAS (Asatu.id) – Penyebaran virus corona atau Covid-19 meluas ke beberapa daerah. Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah, Asfirla Harisanto melakukan kunjungan sekaligus monitoring di lima lokasi di Kabupaten Banyumas, Rabu (25/3).

Kegiatan kunjungan itu seiring dengan intruksi pimpinan DPRD Jateng yang mengimbau agar para wakil rakyat selama 15 hari ke depan turun ke daerah pemilihan (dapil) mereka masing-masing.

Dari kunjungan dan monitoring itu diharapkan bisa dipantau pelaksanaan pembelajaran di rumah sekaligus mengecek kesiapan rumah sakit atau Puskesmas dalam menangani pasien yang diduga terkena virus corona.

Kelima lokasi yang dikunjungi Asfirla Harisanto antara lain Balai Desa Karang Salam, Desa Susukan, Kecamatan Sumbang, dan Desa Kutasari Kecamatan Baturaden.

Selain itu, politisi PDI-Perjuangan ini juga mengunjungi dua Puskesmas yang berada di Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas.

“Dari pantauan saya, ada beberapa temuan, yakni kurangnya alat pelindung diri (APD) masker serta hand sanitazer yang persediannya sudah menipis di Banyumas, bahkan boleh di bilang kurang,” kata Bogi, panggilan akrab Asfirla Harisanto.

Di hadapan Bogi, Kepala Puskesmas Banyumas, Dr Tri Veriyana mengatakan, Alat Pelindung Diri (APD) di Banyumas saat ini jumlahnya memang terbatas.

Tri Veriyana menuturkan, pihaknya telah melakukan pengecekan di e-katalog, hasilnya APD yang sesuai standart stoknya kosong. Jika pun ada harganya melambung tinggi dan tidak sesuai standart. Padahal APD merupakan peralatan wajib yang harus dimiliki petugas kesehatan dalam menangani pasien Covid-19.

“Ditambah lagi di Banyumas merupakan daerah yang rentan karena memiliki mobilitas tinggi. Cukup banyak masyarakat yang masuk ke luar wilayah tersebut. Sehingga perlu ada kesiapan khusus terutama bagi petugas,” terangnya.

Merespon hal itu, Bogi langsung melakukan komunikasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah terkait dengan Alat Pelindung Diri (APD) untuk sesegera mungkin bisa dialokasikan ke Banyumas.

“Tadi saya komunikasi dengan Dinas Kesehatan Jateng, hasilnya memang semua daerah di Jateng banyak yang kekurangan APD. Namun di level Provinsi telah berupaya melakukan tindakan dengan merasionalisasi belanja di semua kedinasan. Logistik APD semua sudah ada di Jakarta menunggu pengiriman,” tuturnya.

Dengan langkah rasionalisasi itu, Bogi berharap persoalan kekurangan APD serta komponen lain bisa segera terselesaikan.

“Tidak hanya perjalanan dinas saja yang berkurang tapi belanja yang belum terealisasi juga dipangkas sebagian. Saya harap di level Kabupaten Kota juga begitu,” tandasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *