Peduli Covid-19, Anggaran Dewan Dipangkas Rp 5 Miliar

SEMARANG (Asatu.id) – Kalangan wakil rakyat di DPRD Kota Semarang menunjukkan kepeduliannya atas mewabahnya virus Corona atau Covid-19 yang hingga kini belum juga mereda.

Melalui rapat yang di pimpin Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman disepakati bahwa DPRD Kota Semarang berencana memotong anggaran kegiatan dewan senilai Rp. 5 miliar untuk membantu proses melawan wabah corona di Kota Semarang.

“Dari rapat, kami telah menyamakan persepsi, baik dengan pimpinan, anggota, komisi dan fraksi. Dalam mensikapi wabah Corona yang semakin ramai. Sehingga kami dari lembaga legislatif berupaya peduli dengan menyisihkan anggaran dewan sebesar Rp. 5 miliar untuk penanganan virus Corona,” ujar Kadarusman usai rapat pimpinan di Gedung DPRD Kota Semarang, Selasa (24/3).

Lebih lanjut diungkapkan, anggaran dewan yang dipangkas berasal dari kegiatan-kegiatan dewan, di antaranya perjalanan dinas dan kegiatan dewan lainnya.

“Anggaran kegiatan dewan akan kita pangkas untuk nantinya diberikan Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Semarang, agar dapat menambah manfaat dan membantu penanganan virus ini,” imbuhnya.

Tak hanya anggaran dewan, anggaran sekwan (sekretaris dewan) juga akan dipangkas sekitar Rp. 500 juta. “Karena penanganan virus ini kan tidak bisa diprediksi sampai kapan, termasuk untuk pendanaannya,” kata Pilus.

Tak hanya memotong anggaran dewan, Kadarlusman juga merelakan rumah dinas Ketua DPRD Kota Semarang yang ada di Kecamatan Banyumanik, untuk dijadikan ruang isolasi darurat bagi pasien corona.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, untuk teknis penyiapan ruang isolasi darurat di rumah dinasnya itu.

Hal itu dilakukan, karena pihaknya merasa prihatin, kasus penularan virus Corona di Kota Semarang sudah mulai massif dan menulari banyak warga Kota Semarang.

“Apalagi kami memperoleh laporan, bahwa beberapa rumah sakit kekurangan ruang isolasi karena banyaknya pasien yang harus ditangani. Kami sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk penyerahan rumah dinas ini. Teknisnya seperti apa, kami serahkan ke Dinas Kesehatan,” katanya.

DPRD Kota Semarang selama masa merebaknya virus Corona, juga berupaya tidak menyelenggarakan kegiatan mengundang massa seperti reses dan serap aspirasi. Termasuk Rapat Paripurna pun, akan ada pembatasan undangan dan dilengkapi tim medis. Dan akan ada pengecekan suhu badan sebelum memasuki ruang paripurna.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *