Di Kendal, Masa Libur Sekolah Diperpanjang Hingga 11 April

SEMARANG (Asatu.id) – Penanganan penyebaran virus Corona oleh pemerintah, masih terus berlangsung bahkan kian ditingkatkan.

Demi menjaga kesehatan para siswa, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, mengambil keputusan untuk memperpanjang masa libur sekolah, dari tingkat Paud/TK, SD sederajat, dan SMP sederajat selama dua pekan lagi atau hingga 11 April mendatang.

Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan,  pihaknya akan segera membuat surat edaran untuk memperpanjang masa libur sekolah hingga pertengahan April mendatang.

Hal itu berdasar arahan Bupati Kendal melalu Surat Edaran (SE) Nomor: 360/196/2020 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Non Alam Epidemi dan Wabah Penyakit Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Kendal.

“Dalam surat edaran tersebut bupati menegaskan, status siaga darurat bencana di Kendal selama 92 hari, mulai 18 Maret – 18 Juni 2020. Surat edaran dari Disdikbud pertama berakhir 29 Maret. segera akan kami rekomendasikan ke bupati untuk diperpanjang 2 pekan lagi atau sampai 11 April”, tutur Wahyu usai menghadiri Rapat Koordinasi Gugus Tugas Cepat Penanganan Covid-19 di ruang Ngesthi Widhi, Selasa siang (24/3).

Selama masa libur sekolah sambungnya, tenaga pendidik lebih memperhatikan jenis tugas yang diberikan,. Di samping memberikan tugas ke siswa secara proporsional, tidak membebani, terlebih tugas yang diberikan lebih menitikberatkan pada kegiatan yang dialami secara rutin.

Dikatakan Wahyu,  pendidik diminta menjadi agen edukasi, baik di satuan pendidikan dan lingkungan masing-masing. Pendidik juga berkewajiban untuk koordinasi maksimal dengan orangtua siswa terkait pembelajaran anak, kesehatan anak-anak, dan pastikan anak beraktifitas di rumah, bukan di luar rumah.

“Tugas yang diberikan kepada siswa, jangan sampai memperberat dan harus bersifat perseorangan, tidak boleh kelompok”, ujarnya.

Menyikapi adanya beberapa kegiatan seperti Ujian Sekolah dan persiapan Ujian Nasional di minggu pertama April, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah tentang kebijakan yang perlu diambil

“Saya dapat info, besar kemungkinan ujian nasional akan ditiadakan di semua jenjang. Dan akan segera dikeluarkan surat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kami selalu mendukung kebijakan yang ada”, tandasnya.

Wahyu menegaskan, tidak berarti liburnya siswa menjadikan tenaga pendidik, baik di dinas pendidikan maupun satuan pendidikan ikut libur. Pembagiannya, semua guru diwajibkan memandu pembelajaran dari rumah masing-masing dengan catatan mereka wajib hadir piket 1 hari dalam seminggu secara bergantian.

Sedangkan dalam institusi pendidikan dan satuan pendidikan meliputi, kepala dinas, sekretaris dinas, kepala bidang juga kepala sekolah, pengawas, penilik dan koordinator kecamatan, untuk tetap melaksanakan tugas di kantor setiap hari.

“Kebijakan tersebut dimaksudkan agar dua hal yang menjadi ikhtiar bersama, yakni pencegahan virus Covid-19 dan pelayanan pendidikan tetap berjalan.  Tidak menutup kemungkinan,adanya kebijakan-kebijakan lain yang perlu diambil, manakala terjadi situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan”, tutur Wahyu.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *