Pilot Lion Air Meninggal Dunia, Positif Terserang Virus Corona

JAKARTA (Asatu.id) – Pilot Maskapai Penerbangan Lion Air, Captain Sutopo Putro, resmi dinyatakan positif terserang virus Corona. Dan akhirnya meninggal dunia pada Minggu (22/3), setelah sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Tangerang.

Informasi tersebut, dibenarkan Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto, dalam pesan berantai di WhatsApp.

Lion Air menyebut, Captain Sutopo Putro adalah salah satu pilot maskapai mereka. Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro angkat suara mengenai meninggalnya Captain Sutopo di salah satu rumah sakit di Tangerang.

“Lion Air menerima konfirmasi bahwa Capt Sutopo Putro dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis yang menanganinya sekitar pukul 17.50 pada Minggu (22/3),” kata Danang dalam keterangannya, Senin (23/3).

Meski demikian, Danang menyatakan pihaknya belum menerima informasi pasti penyebab meninggalnya Captain Sutopo. Jenazah Captain Sutopo sudah dimakamkan.

“Sampai dengan saat ini, Lion Air belum menerima informasi yang pasti penyebab atas meninggalnya almarhum Capt. Sutopo Putro,” jelas Danang.

“Lion Air menyampaikan rasa duka cita yang sangat mendalam atas kepergian salah satu penerbang terbaiknya, yakni Capt Sutopo Putro. Semoga keluarga dan karib kerabat yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Jenazah sudah diserahterimakan kepada pihak keluarga dan telah dimakamkan pada hari yang sama, Minggu,” tutur Danang.

Danang berbicara rekam jejak Captain Sutopo Putro selama menerbangkan burung besi Lion Air. Sutopo disebut punya catatan baik.

“Secara perusahaan, Capt Sutopo Putro memiliki catatan terkait perilaku, kesehatan serta kinerja (performance) yang cukup baik,” kata Danang.

Dikatakan, almarhum Captain Sutopo Putro terakhir kali melakukan cek kesehatan pada 4 Maret 2020. Sutopo saat itu dinyatakan sehat.

“Berdasarkan rekam medis, pengecekan kesehatan (medical check-up) terakhir almarhum pada 4 Maret 2020, di mana yang bersangkutan dinyatakan sehat dan laik terbang (fit for flight). Tidak ada catatan yang menunjukkan penggunaan obat-obat terlarang dan narkoba,” jelas Danang.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *