Jateng Terima 10 Ribu Coverall, Didistribusikan ke 61 Rumah Sakit


SEMARANG (Asatu.id) – Sebanyak 10 ribu coverall langsung didistribusikan oleh Gubernur Ganjar Pranowo, Selasa (24/3) ke 61 rumah sakit di seluruh Jawa Tengah. Ganjar pun membuka pintu selebar-lebarnya jika ada masyarakat yang hendak memberikan donasi, khususnya alat pelindung diri.

Ganjar memastikan langsung proses distribusi alat perlindungan diri (APD) tersebut di Wisma Perdamaian Semarang, yang dalam masa penanganan COVID-19 ini dijadikan gudang logistik. Selain para petugas medis dan jajaran Pemprov Jateng, ada pula anggota TNI yang turut membantu.

“Dari Gugus Tugas kemarin langsung memerintahkan kepada Kodam dan membantu membawa ini. Terimakasih sudah membantu,” kata Ganjar, Selasa (24/3).

Pendistribusian telah dilakukan begitu APD itu tiba di Semarang, Senin (23/3) malam dan masih berlanjut hingga hari ini. Ganjar menjelaskan, coverall sebanyak itu akan dibagikan ke 61 rumah sakit di Jawa Tengah yang masuk sebagai rujukan COVID-19.

“Dari semalam sudah, karena semua daftar rumah sakit sudah ada. Daftarnya sesuai kebutuhan dan kapasitasnya. Sekarang mulai diambil satu persatu. Mudah-mudahan hari ini sudah bisa mengambil semua,” kata Ganjar.

Ganjar mengatakan coverall tersebut dikirim Pemerintah Pusat dari China. Namun yang membuat Ganjar bangga adalah, APD yang biasa disebut sebagai baju astronot tersebut diproduksi di Indonesia.

“Yang menarik, ini diambil dari China, ternyata ini Made in Indonesia. Ini sesuatu produk yang luar biasa. Semoga ini jadi pembelajaran. Meskipun saya tidak bisa baca (bahasa Mandarin) ini, saya bisa membaca yang ini, Made in Indonesia,” katanya.

Setelah dapat kiriman coverall, Ganjar mengatakan juga bakal menyusul bantuan dari Pemerintah Pusat berupa rapid test. Namun sampai sekarang Ganjar sendiri belum mendapat kepastian berapa jumlah rapid test yang bakal dikirim ke wilayahnya. Ganjar memastikan untuk APD saat ini merupakan hal mendesak yang dibutuhkan dalam penanganan COVID-19.

“Nanti kalau masyarakat mau bantu tidak apa-apa, langsung dikirim ke Dinkes atau kantor Pemprov,” katanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *