Update Jumlah Pasien Corona di Jateng; 12 Positif, 3 Meninggal


SEMARANG (Asatu.id) –  Perkembangan terkini pasien positif corona di Jawa Tengah atau hingga Kamis (19/3) malam, tercatat ada 12 pasien yang dinyatakan positif corona, tiga di antaranya meninggal dunia.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menerangkan, penambahan pasien positif corona itu terjadi di Solo dan Semarang. Dengan rincian, tiga pasien dirawat di RSUD Moewardi Solo, tiga pasien di RSUP Dr Kariadi Semarang, dua pasien di RSUD Wongsonegoro Semarang dan satu pasien di RSUD Tidar Magelang.

“Total Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Jateng ada 2.202, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat intensif ada 97 orang. Sampai saat ini, 12 dinyatakan positif, dimana tiga di antaranya meninggal dunia. Jadi pasien yang positif saat ini dan masih dirawat ada 9 pasien,” kata Ganjar.

Masyarakat, lanjut Ganjar, dapat mengupdate data melalui website corona.jatengprov.go.id. Dalam website tersebut, telah diterangkan data jumlah pasien, peta persebaran hingga rumah sakit yang menangani.

“Termasuk kami siapkan aplikasi self assesment untuk masyarakat, agar bisa melaporkan apabila pernah kontak dengan pasien yang positif corona. Kami minta masyarakat membantu kami dengan memberikan informasi yang jujur melalui aplikasi itu,” tegasnya.

Informasi dari masyarakat itu, menurut Ganjar, sangat membantu dalam penanganan selanjutnya. Dengan informasi itu, maka tracking akan mudah dilakukan dan penyebaran dapat ditekan.

Apalagi pemerintah saat ini telah mempersiapkan alat rapid test untuk melakukan pengecekan massal. Jika alat tersebut sudah siap, maka dapat digunakan melakukan pengecekan kepada mereka-mereka yang berpotensi terjangkit.

“Kalau alat rapid testnya datang, maka yang menjadi prioritas diperiksa adalah orang-orang yang telah melaporkan melalui aplikasi itu. Jadi ini nanti targetnya bisa fokus,” tegasnya.

Pihaknya juga telah menyiapkan 303 ruang isolasi dan 56 rumah sakit untuk mengantisipasi meningkatnya penyebaran virus corona di Jateng. Beberapa rumah sakit swasta lanjut Ganjar juga sudah menyatakan mau berpartisipasi membantu pemerintah.

“Namun itu semua tentu tidak akan cukup kalau masyarakat tidak mendukung dengan melakukan tindakan-tindakan pencegahan. Kurangi kerumunan, jaga pola hidup bersih dan sehat serta konsumsi multivitamin. Kalau sudah ada regulasi atau protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah, tolong ditaati,” imbaunya.

Ganjar juga akan mengoptimalkan peran tokoh agama, tokoh masyarakat untuk terus melakukan sosialisasi. Tindakan preventif harus terus dilakukan agar penyebaran virus ini dapat terkendali.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *