Program ”Link & Match” , Solusi Tingkatkan Fungsi Pendidikan Sebagai Penyedia Tenaga Kerja

BAWEN (Asatu.id) – Berdasarkan data dari BPS bulan Agustus 2019, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) didominasi oleh lulusan SMK.

Hal ini disayangkan, karena SMK didesain untuk menciptakan lulusan yang siap masuk dunia kerja dengan kemampuan teknis yang mereka miliki.

Salah satu penyebabnya adalah keahlian yang dimiliki oleh lulusan SMK belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan industri.

Guna mengatasi masalah tersebut, Kementerian Perindustrian bertekad mendorong terciptanya tenaga kerja Indonesia yang terampil sesuai kebutuhan dunia usaha melalui pendidikan dan pelatihan vokasi.

Untuk itu, diterbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 3 tahun 2017 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan Berbasis Kompetensi yang Link and Match dengan Industri.

Secara sederhana, Link & Match merupakan konsep untuk menyelaraskan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha. Khususnya berhubungan dengan kesiapan lulusan sekolah vokasi dengan kebutuhan industri.

Untuk meningkatkan penyerapan tenaga siap kerja dari sekolah vokasi, diperlukan penyelarasan antara sekolah vokasi dengan kebutuhan dari dunia usaha.

Seperti yang telah dilakukan oleh SMKN Jateng baru – baru ini, yaitu dengan melakukan penandatanganan MOU program link & Match dari Kemenperin, dengan Coca – Cola Amatil Indonesia Jawa Tengah, sebagai salah satu warga usaha. Kerjasama yang juga melibatkan 3 sekolah vokasi lain yaitu; SMKN 4 Semarang, SMKN 7 Semarang, dan SMKN 2 Kendal ini disaksikan oleh Bapak Jumeri, selaku Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keahlian tambahan di luar kurikulum sekolah, agar dapat menghasilkan generasi muda yang matang dan siap kerja”, ujar Sriyono selaku Kepala Sekolah SMKN Jateng di Semarang.

Rangkaian program ini diawali dengan pelatihan Job Readiness, yang diberikan kepada guru produktif dan siswa yang akan melakukan magang / PKL.

Bertempat di SMKN Jateng Semarang, pelatihan ini bertujuan agar siswa/i dapat memperoleh keahlian tambahan seperti komunikasi yang efektif, manajemen waktu, hingga keahlian presentasi, sehingga para siswa/i dapat lebih matang dalam menghadapi persaingan di dunia kerja setelah mereka lulus.

“Materi – materi yang diberikan selama pelatihan ini sangat berguna bagi kami guru SMK, karena sifatnya yang praktis, umum, dan tidak terbatas untuk jurusan atau kompetensi tertentu sehingga bermanfaat bagi siswa/i kami yang bekerja tidak sesuai jurusan yang dipelajari saat sekolah” menurut Komariyanto, Guru SMKN 7 Semarang di sela-sela kegiatan tersebut.

Selanjutnya dalam program magang / PKL, siswa/i juga mendapatkan materi dan pendampingan sesuai dengan kompetensi atau kerja praktek yang dilaksanakan. Program yang berjalan selama 3 – 6 bulan ini diharapkan ke depannya dapat menghasilkan calon tenaga kerja yang dibutuhkan oleh mitra kerja.

“Saya banyak mendapatkan pengetahuan baru yang belum pernah didapat dari sekolah”, ujar Burhan, salah satu siswa SMKN Jateng Semarang yang mulai melaksanakan program PKL di awal Maret ini.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *