Pembangunan GBI di Malangsari, Kembali Didemo.

SEMARANG (Asatu.id) – Aksi penolakan pembangunan Gereja Baptis Indonesia (GBI) di Malasari, Tlogosari Kulon, Semarang, kembali terjadi.

Demo yang dilakukan warga RW VII Kelurahan Tlogosari Kulon itu, rencananya akan dilaksanakan seminggu yang lalu. Namun realisasinya, baru Jumat (6/3). Demo yang dijaga ketat petugas keamanan dari Polrestabes Semarang ini, berlangsung tertib di halaman Pemkot Semarang.

Dalam orasinya, pendemo minta agar Walikota Semarang menghentikan pembangunan GBI di Malangsari, Tlogosari Kulon, karena tidak disetujui warga setempat yang mayoritas beragama Islam. Disamping itu, IMB nya sudah kedaluwarsa, karena dibuat pada tahun ,1998.

“Dulu pemegang izin tidak melaksanakan pembangunan sesuai ketentuan dan perancanaan yang ditetapkan, sehingga IMB batal dengan sendirinya,” ujar Abdul Aziz Djukri, warga setempat usai melakukan orasi.

Untuk itu, pihaknya mengklaim bahwa aksi ini bukan tindakan intoleransi. “Kami tidak mau penolakan ini disebut intoleran. Buktinya selama ini kami tidak pernah menolak adanya SD Kanisius di kelurahan yang sama,” jelasnya.

Bahkan katanya, ia juga tidak pernah mempermasalahkan, adanya rumah yang dibuat bangunan gereja di wilayah Kembang Jeruk, Tlogosari yang tidak ada IMB-nya.

“Tapi kami tidak terima dengan pembangunan gereja yang baru, karena awalnya sudah membuat kami sakit hati dengan cara memalsukan dokumen persyaratan pengajuan IMB,” tuturnya.

Oleh karena itu, peserta aksi demo menuntut kepada Pemkot Semarang agar menghentikan seluruh aktifitas pembangunan gereja. Sebagai wujud toleransi.

Dan pihaknya tidak keberatan, apabila Pemkot mengizinkan fasilitas umum di Jalan Udan Riris untuk dibangun gereja,, sebagai penggantinya.

Demo yang berlangsung aman dan tertib, diakhiri dengan adanya audensi antara Kesbangpol Kota Semarang dengan perwakilan peserta aksi demo.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *