Cegah Laka Lantas, Truk Tidak Lagi Bebas Lewat di Simpang Hanoman


SEMARANG (Asatu.id) -Pemerintah Kota Semarang dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Semarang terpaksa membatasi truk atau kendaraan besar yang melintas di Simpang, Jalan Hanoman, Krapyak Semarang Barat.

Hal itu dikarenakan Simpang Hanoman menjadi salah satu titik rawan kecelakaan. Bahkan kecelakaan kadang melibatkan kendaraan besar, disamping kendaraan pribadi. Yang memprihatinkan lagi, tidak jarang menimbulkan korban jiwa.

Karenanya, mulai Senin (24/2) kendaraan besar dengan muatan sumbu terberat (MST) maksimal 2.770 kg atau beroda lebih dari empat, tidak lagi bebad lewat di Simpang Hanoman.i truk hanya fiizinkan lewat jalur tersebut, mulai pukul 05.00-09.00 WIB dan 15.00-19.00 WIB. Selanjutnya, jalur dialihkan ke jalan tol Krapyak.

“Meski demikian, penerapan tersebut baru sebatas sosialisasi selama sepekan atau hingga (2/3),” ujar Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi, kemarin.

Dikatakan,  aturan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meminimalisasi kecelakaan di Simpang Hanoman yang cukup tinggi. Sejak Januari hingga Februari sudah ada tujuh kecelakaan.

“Setelah sepekan tahap sosialisasi, kendaraan yang masih membandel atau melanggar aturan akan ditindak tegas dengan diberikan surat bukti pelanggaran,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, pihak Dishub telah memasang rambu-rambu di sekitar Jalan Siliwangi yang berisi informasi aturan pemberlakuan jam melintas bagi kendaraan besar tersebut.

“Papan informasi juga kami pasang di pintu masuk tol Krapyak hingga perbatasan Semarang-Kendal,” ujarnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *