Hendi Minta, Jangan Ada Gegeran Saat Pilwakot


SEMARANG (Asatu.id) – Wali Kota Hendrar Prihadi mengungkapkan, target pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen di tahun 2023 di Kota Semarang, harus dapat dicapai. Apalagi, saat ini pertumbuhan ekonominya sudah mencapai 6,52 persen.

“Saya minta, seluruh masyarakat dapat mendukung target kenaikkan pertumbuhan ini. Salah satu syaratnya, saat pemilihan walikota (pilwakot) nanti jangan ada gegeran,” tandas Hendi, panggilan akrab Hendrar Prihadi seusai Sholat Isya berjamaah di Masjid Al Furqon Kelurahan Pandean Lamper, Kota Semarang, Senin malam (24/2).

Lebih lanjut Hendi minta, agar masyarakat dapat selalu menjaga kerukunan. Pasalnya, dengan  kerukunan antar masyarakat, pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota Jawa Tengah ini dapat terus dijaga dalam tren positif.

Dalam kesempatan itu, Hendi juga. memuji masyarakat Kelurahan Pandean Lamper yang mampu menunjukkan kerukunan warganya. Terbukti, Sholat Isya bersama ini juga dihadiri para pemuka agama lain untuk mendukung.

“Alhamdulillah di Kota Semarang khususnya Kecamatan Gayamsari, perbedaan agama yang muslim ataupun non muslim sudah melebur menjadi satu. Contohnya bersilaturahmi dalam kegiatan Sholat Isya berjamaah di masjid, juga dihadiri bapak pendeta. Ini menunjukkan kerukunan yang luar biasa,” ujarnya.

Lebih lanjut Hendi juga menyampaikan, apabila warga menjumpai hal yang kurang baik di lingkungannya, diminta segera mengkomunikasikan dengan pihak pemerintah.

“Kalau ada yang jelek,  komunikasikan dengan pemerintah, sudah tugas kita bersama untuk memperbaiki. Warga bisa memperbaiki lewat kerja bhakti, misalnya. Kalau tidak mampu diperbaiki warga, maka laporkan kepada pemerintah, sampaikan, maka Insya Allah semua masalah yang dihadapi bisa diselesaikan bersama-sama,” tegasnya.

Dirinya pun menekankan jika keberhasilan Kota Semarang bukan semata-mata kerja seorang wali kota, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh warga.

“Terima kasih dan bersyukur atas capaian kemajuan yang secara statistik terlihat dari pengurangan angka kemiskinan dan pembangunan fisik. Ini bukan karena wali kotanya yang hebat, tetapi karena dukungan masyarakat yang ikut bekerja bersama, sehingga membuat Semarang lebih baik dan hebat,” tandas Hendi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *