AJI Gelar Uji Kompetensi Jurnalis


SEMARANG (Asatu.id) — Sebanyak 30 orang wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia. Sabtu (22/2) mengikuti Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) di Kota Semarang,

Acara yang berlangsung di Hotel Metro Semarang. Rencananya, akan berlangsung hingga Minggu (23/2).

Uji kemampuan profesi yang digelar oleh AJI, dikenal lebih berat dengan beragam materi ujian yang lebih banyak. Tak hanya menguji pemahaman, teori dan etika profesi, namun juga komitmen moral jurnalis.

“Untuk materi yang kami sajikan, ada 20 item. Jadi tidak bisa diujikan sehari semalam terus selesai begitu saja,” kata dewan peguji UKJ AJI Indonesia, Jajang Jamaludin.

Ditegaskan, UKJ tidak memberikan toleransi bagi yang tak mampu menyelesaikan tugas.

Menurutnya, UKJ yang digelar AJI bukan semata-mata mengukur lulus atau tidak, namun kelayakan seorang jurnalis kompetensi sesuai tingkatan.
Jajang menjelaskan, satu kelebihan UKJ AJI yakni tentang disiplin waktu dalam menjalankan ujian secara teori maupun praktik..

Kegiatan yang diikuti 30 peserta tersebut, tidak saja berasal dari Kota Semarang. Namun ada pula yang datang dari Jawa Timur, NTT dan Sulawesi.

Sementara Ketua Bidang Pendidikan AJI Indonesia, Dandy Koswaraputra menyatakan, anggota AJI tak berhenti hanya pada ujian kompetensi, namun juga menghadapi tantangan ke depan tentang ruang kebebeasan dan berekpresi.

“Dalam kontek kekinian, booming informasi melalui media sosial menjadi tantangan bagi jurnalis dalam menjalankan profesinya,” katanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *