Korban Kecelakaan Helikopter Di Papua Terima Santunan

SEMARANG (Asatu.id) Ahli waris korban kecelakaan Helikopter MI-17V5 HA-5138 yang jatuh di Papua beberapa waktu lalu, memperoleh santunan kecelakaan dari PT Asabri (Persero). Santunan diserahkan bersamaan dengan kedatangan jenasah di Lanumad Achmad Yani Semarang.

“Kami selalu jemput bola untuk menyerahkan santunan kepada anggota kami yang tertimpa musibah. Itu sebabnya, sengaja kami hadir di Lanumad Achmad Yani bersamaan dengan penjemputan jenasah. Sebelum jenasah diterima keluarga, santunan telah kami serahkan terlebih dahulu,” tutur Kacab PT Asabri (Persero) Wilayah Jateng, Zulkarnaen Effendi BcHK SH MH yang dihubungi di ruang kerjanya, Rabu (19/2).

Zulkarnaen yang didampingi Kabid Administrasi Umum (Adum), Arbi Suwanto SE dan Kabid Pelayanan, Emergensi Lima Tujuh SE lebih lanjut mengungkapkan, santunan tersebut masing-masing diberikan kepada ahli waris Sertu Anumerta Miftachur Rohmat yang gugur saat sedang bertugas di Papua sebesar Rp 400 juta. Sedangkan santunan lainnya, diberikan kepada tujuh orang ahli waris korban tewas kecelakaan Helikopter di Papua. Para korban kecelakaan tersebut, kebetulan bertempat tinggal di wilayah Jawa Tengah.

Untuk santunan korban yang tewas kecelakaan, bukan gugur saat sedang bertugas kata Zulkarnaen, jumlahnya hanya Rp 275 juta. Kalau dinyatakan gugur, santunannya sebesar Rp 400 juta.

Ke tujuh ahli waris yang menerima santunan masing-masing sebesar Rp 275 juta adalah, ahli waris dari Kpt Cpn Aris Afik Novian (Pilot), ahli waris dari Lettu Cpn Ahwar Affandi (Co Pilot), ahli waris dari Kpt Cpn Bambang Saputra (Fligh Engineer), dan ahli waris dari Pratu Asharul Mashudi (Mekanik).

Selain itu, juga diserahkan santunan kepada ahli waris Serda Dita Ilham Primojati (Avionic), ahli waris dari Serka Suriatna Wijaya Kusuma (TI), dan ahli waris dari Praka Dwi Purnomo (Mekanik).

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *