Demi Kesatuan Dan Persatuan, Anggota DPRD Kota Rela Duduk Lesehan Bersama Rakyat

SEMARANG, (Asatu.id) – Ada yang menarikperhatian pada saat penyelenggaraan acara Haul DasaWarsa Gus Dur yang berlangsung di KampusUniversitas Semarang (USM), Senin malam (12/2).

Acara yang diselenggarakan oleh Gusdurian Kota Semarang, Pelita, Generasi Muda NU, dan Ormas-Ormas se Kota Semarang ini, memang mengundangkalangan anggota DPRD Provinsi Jateng dan anggotaDPRD Kota Semarang, di samping para tokohmasyarakat lainnya.

Yang paling menarik dalam acara tersebut, kalangananggota dewan tidak sungkan-sungkan untuk duduklesehan membaur bersama dengan rakyat yang hadiruntuk menyaksikan acara tersebut.

Salah satu anggota dewan yang merasa enjoy duduk dilantai bersama-sama pengunjung lainnya adalah, Benediktus Narendra Kuswara, anggota Komisi ADPRD Kota Semarang. Dia yang diusung PartaiSolidaritas Indonesia (PSI) itu, merasa nyamanmenghadiri acara tersebut hingga usai, meskipunduduk di lantai.

Biasanya, sebagai anggota dewan yang terhormat, selalu ditempatkan pada tempat yang paling nyaman.Bagi saya, hal itu biasa. Saya juga biasa nongkrongdengan teman-teman dipinggir jalan atau diangkringan. Jadi kalau hanya duduk di lantai, itu bukanhal yang perlu dipersoalkan,” kata Narendra.

Yang lebih menarik lagi, Narendra (panggilan akrabBenediktus Narendra Kuswara), dirinya adalah seorangnon muslim. Tetapi tetap nyaman dan tampak asyikmengikuti acara Haul Gus Dur yang notabene adalahseorang kyai.

Bagi saya, Gus Dur adalah Bapak Pluralisme. Denganbegitu, Gus Dur tidak saja milik umat Islam. Tetapimilik bangsa Indonesia, tidak pandang apa agamanya,” tandasnya.

Yang jelas katanya, asalkan demi kesatuan danpersatuan rakyat Indonesia, dirinya rela berbuat apasaja. Apalagi hanya sekadar duduk lesehan, itu bukansesuatu yang luar biasa,” tuturnya.

Dia berharap, demi mewujudkan NKRI, hendaknyarakyat Indonesia harus bisa bersatu dalam segalakegiatan yang positif. Singkirkan jauh-jauh masalahSARA. Apapun agamanya, apapun sukunya, dankepercayaannya, asalkan demi bangsa dan negaraIndonesia, kita harus bersatu. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh,” tandas Narendra.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *