Jateng Terima Bantuan untuk Perbaikan 30 Kantor Desa yang Rusak


SEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebutkan, penyerapan dana desa pada 7.809 desa di Jateng cukup beragam. Paling tinggi digunakan untuk infrastruktur jalan dengan panjang total 5,7 ribu kilometer.

Kemudian jembatan sepanjang 13,8 kilometer, pasar desa, Bumdes, irigasi, embung, dan lainnya. Selain itu, dana desa Jawa Tengah 2020 naik lima persen dari sebelumnya, menjadi Rp 8,2 triliun.

“Penyerapan 99,84 persen tahun 2018, naik jadi 99,9 persen di tahun 2019,” jelas Ganjar pada pelaksanaan Rapat Kerja Pembinaan dan Pengawasan Pengelolaan Dana Desa tahun 2020 di Holy Stadium Marina, Semarang, Selasa (18/2).

Raker Percepatan Penyaluran Dana Desa tersebut juga dihadiri Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Astera Primanto.

Kemudian Direktur Pertamina, Nicke Widyawati dan jajaran tamu penting lainnya. Seluruh kepala desa, camat, bupati/wali kota juga hadir dalam acara tersebut.

Di akhir acara, Ganjar Pranowo menerima bantuan untuk pembangunan atau perbaikan 30 kantor desa yang rusak parah. Penyerahan dilakukan simbolis dari  Mendagri Tito kepada Ganjar.

Tito mengapresiasi Provinsi Jateng yang dipimpin Gubernur Ganjar Pranowo sebagai salah satu provinsi yang mampu menyelesaikan APBD dengan cepat. Sehingga, dipilih menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat Kerja Pembinaan dan Pengawasan Pengelolaan Dana Desa tahun 2020.

“Jawa Tengah juga munculnya ide terkait pemerintahan desa. Selain itu, merupakan daerah yang memiliki jumlah desa terbanyak di Indonesia,” ungkapnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *