Sepuluh Warga Jateng dari Natuna Sudah Pulang


SEMARANG (Asatu.id) – Sepuluh warga Jateng yang sudah selesai menjalani proses karantina di Natuna, sudah sampai di rumah masing-masing. Lima di antaranya, menumpang pesawat dan turun di Bandara Jendral Ahmad Yani, Semarang, Sabtu (15/2) malam.

Proses kepulangan mereka difasilitasi Pemprov Jateng. Mereka juga dinyatakan sehat dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga.

Berdasarkan informasi, mereka menaiki maskapai Batik Air, penerbangan terakhir dari Halim Perdanakusuma. Dijadwalkan mendarat pukul 22.30, namun ternyata pesawat landing sekitar pukul 21.49 malam.

Meskipun demikian, kelima orang ini tidak melewati pintu kedatangan, sebagaimana publik biasa turun. Hal itu dijelaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo.

Menurutnya, karena privasi, kelima orang tersebut tak mau diliput oleh awak media. Namun ia memastikan, hal itu adalah permintaan pribadi dari mereka.

Dari sisi kesehatan, Yulianto menyebut sudah dinyatakan sehat dan merasa senang dapat menginjakan kaki di Jawa Tengah.

“Yang turun di sini (bandara Ahmad Yani) ada lima, dari Semarang ada dua, Kendal, Pati dan Sukoharjo. Sisanya ada yang turun di (bandara) Adi Sucipto (Yogyakarta) tiga orang, dua orang lagi naik kendaraan darat. Mereka difasilitasi oleh pemprov disediakan kendaraan untuk pulang ke rumah masing-masing. Namun ada juga yang dijemput keluarganya. Tidak ada perlakuan khusus, wong mereka ini sudah dinyatakan sehat kok. Oleh karena itu jangan ada kekhawatiran,” ujarnya.

Yulianto memaparkan, sebagian besar warga Jateng yang usai dikarantina di Natuna, adalah mahasiswa.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *