Dinyatakan Sehat, 10 Warga Jateng dari Natuna Tetap Mendapat Pengawasan Medis

SEMARANG (Asatu.id) – Pemerintah Provinsi memfasilitasi kepulangan 10 warga Jateng yang menjalani karantina di Natuna, Sabtu (15/2) malam. Mereka menjalani karantina di Natuna sebagai langkah observasi sekaligus memastikan tidak terjangkit birus corona.

Setelah pulang pun, pengawasan secara medis tetap akan dilakukan. Hanya saja, pengawasan tersebut tidak melekat. Bagi mereka yang mengalami sakit, diharapkan melapor ke dinas kesehatan terdekat.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo memaparkan, sebagian besar warga Jateng yang usai dikarantina di Natuna, adalah mahasiswa. Terkait proses pembelajaran, mereka mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kampus.

“Jadi mereka belajar lewat internet, ada aplikasinya, sampai kemudian ada pemberitahuan lebih lanjut dari pihak kampus,” beber Yulianto, usai mendampingi para mahasiswa, di ruangan khusus setelah mendarat di Bandara Ahmad Yani.

Ia menegaskan, di Jawa Tengah tidak ada kejadian penularan COVID-19 yang terjadi. Hal itu berdasarkan pemantauan yang telah dilakukan baik di areal bandara, rumah sakit dan beberapa perusahaan yang mempekerjakan warga asing.

“Yang diluar ini (Natuna) kita sudah lakukan pemantauan, semua negatif Covid 19 (Virus Korona). Yang di rumah sakit juga sudah kita pulangkan semua, tidak ada yang terindikasi di Jawa Tengah,” tegas Yulianto.

Dari 10 warga Jateng yang dipulangkan dari Natuna melalui Halim Perdanakusuma, lima di antaranya pulang melalui Bandara Ahmad Yani. Mereka adalah 2 warga Semarang dan tiga orang dari Kendal, Pati dan Sukoharjo. Sisanya ada yang turun di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta tiga orang, dan dua orang lagi naik kendaraan darat.

Dari sisi kesehatan, Yulianto menyebut mereka sudah dinyatakan sehat dan merasa senang dapat menginjakkan kaki di Jawa Tengah.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *