Cegah Virus Corona, Bandara dan Pelabuhan Masih Dalam Pengawasan


SEMARANG (Asatu.id) – Kewaspadaan terhadap kemungkinan masyarakat di wilayah Jawa Tengah terpapar virus corona terus digencarkan, terutama pada pintu masuk kedatangan bandara maupun pelabuhan.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Semarang, Ariyanti mengatakan, kesiagaan dan pengawasan dilakukan terutama kepada penumpang dari luar negeri. Namun sejauh ini, Jawa Tengah dinyatakan aman dari virus yang menghebohkan dunia itu.

“Tetap kesiagaan, kewaspadaan kita lakukan. Terutama penumpang yang dari luar negeri, (jika ada) suhunya (badan) meningkat kita berikan High Alert Card, tapi sampai sekarang tidak ada. Tidak hanya di sini, di Bandara Adi Sumarmo maupun pelabuhan, semuanya aman,” paparnya.

Ia berharap, status kewaspadaan terhadap Covid-19 akan segera diturunkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Namun hingga sekarang, pihaknya masih menunggu arahan terkait hal tersebut dari Kemenkes RI.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, memfasilitasi kepulangan 10 warga Jateng yang usai menjalani proses karantina di Natuna, Sabtu (15/2) malam. Lima di antaranya, menumpang pesawat dan turun di Bandara Jendral Ahmad Yani, Semarang. Mereka dinyatakan sehat dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga.

Berdasarkan informasi, mereka menaiki maskapai Batik Air, penerbangan terakhir dari Halim Perdanakusuma. Dijadwalkan mendarat pukul 22.30, namun pesawat berstatus landing sekitar pukul 21.49 malam.

Dari sisi kesehatan, menurut Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo, mereka dinyatakan sehat dan merasa senang dapat menginjakan kaki di Jawa Tengah.

Yulianto memaparkan, sebagian besar warga Jateng yang usai dikarantina di Natuna, adalah mahasiswa. Terkait pengawasan secara medis, tetap dilakukan. Hanya saja, pengawasan tersebut tidak melekat. Bagi mereka yang mengalami sakit, diharapkan melapor ke dinas kesehatan terdekat.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *