Wouw… Rumah Atsiri Dihidupkan Kembali, Aromanya Bikin Ganjar Terkesima

KARANGANYAR (Asatu.id) – Memasuki satu per satu ruangan di Rumah Atsiri, di Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu Karanganyar, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dibuat terkesima, terutama ketika memasuki greenhouse dan museum, yang baru saja dia resmikan.

Bangunan bekas pabrik minyak yang diinisiasi oleh Bung Karno di tahun 1963 di kaki Gunung Lawu, Karanganyar itu kini dihidupkan lagi dan menjadi sebuah tempat eduwisata. Ada ratusan tanaman wangi-wangian  terhampar

Pada masa silam, tempat wisata itu merupakan pabrik minyak Atsiri yang diprakarsai oleh Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno bekerjasama dengan Bulgaria pada tahun 1963 silam. Setelah mati puluhan tahun, pada pertengahan 2018 tempat itu kembali difungsikan.

“Dari sini saja kita bisa tahu betapa kayanya negeri ini. Kita juga jadi punya alasan kenapa kita dulu dijajah,” kata Ganjar yang mengunjungi tempat itu, Rabu (12/2) sekitar pukul 14.15 WIB.

Rumah Atsiri Indonesia itu berdiri di atas 5 hektare lahan, yang terdiri dari 2,5 hektare untuk eduwisata dan sebagian yang lain untuk lahan tanam hasil bekerjasama dengan petani lokal, yang menanam sereh, akar wangi, palmarosa dan lainnya.

“Meskipun sulit, setidaknya kita mencoba kembali menghidupkan cita-cita itu (memiliki pabrik minyak Atsiri),” kata Ganjar didampingi Natasha Clairina, Direktur Rumah Atsiri Indonesia.

Ganjar juga mengatakan, saat bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk Prancis, dirinya sempat menyinggung soal minyak Atsiri. Menurut Ganjar, sangat besar peluang Indonesia, Jawa Tengah khususnya untuk turut andil dalam pasar minyak Atsiri di sana.

“Saya pernah menemani penjualan minyak Atsiri, dan ternyata kita tidak bisa menjual. Dan penjual terbesar di Asia adalah Singapura. Tahu tanamannya dari mana? Indonesia. Mudah-mudahan pengelola bisa membuatkan narasi untuk Rumah Atsiri ini sehingga kita bisa melakukan lompatan,” katanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *